Karawang, www.mediasuararakyat.com | Menindak-lanjuti Program Kementerian Pertanian (Kementan) untuk terus mendorong peningkatan produksi, salah satunya melalui program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) UPTD Pertanian Kecamatan Tegalwaru salurkan pupuk kepada kelompok tani dalam upaya peningkatan ketahanan pangan di Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang, Jum’at (8/4/2022).

Program Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) guna menjaga ketersediaan stok pangan dan memenuhi kebutuhan pangan nasional. Melalui program ini, petani kini mampu menanam dan memanen padi sebanyak 4 kali dalam setahun.

Menurut Asep selaku Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Tegalwaru, mengatakan bahwa di kecamatan Tegalwaru memiliki 9 kelompok tani tapi hanya 4 kelompok tani yang menerapkan pola OPIP diantaranya kelompok tani yang ada di Desa Mekarbuana, Desa Kutamaneuh, Desa Wargasetra dan Desa Cigunungsari, karena Idealnya OPIP dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, karena kunci keberhasilannya ada di air.

“Di kecamatan Tegalwaru memiliki 9 kelompok tani tapi hanya 4 kelompok tani yang menerapkan pola OPIP diantaranya kelompok tani yang ada di Desa Mekarbuana, Desa Kutamaneh, Desa Wargasetra dan Desa Cigunungsari”, kata Asep.

“Desa tersebut dipilih karena Idealnya OPIP dikembangkan di sawah irigasi teknis dengan ketersediaan air sepanjang tahun, karena kunci keberhasilannya yaitu ada  ketersediaan air”, lanjut Asep.

“Tahun ini kami dapat program bantuan dari Kementan, bantuannya sendiri mencakup benih padi, pupuk NPK, pupuk cair dan pembenah tanah”, ungkap Asep  menerangkan.

Asep bersyukur bisa ikut serta program OPIP ini karena menurutnya sangatlah bagus, dapat mendorong petani untuk mendapatkan untung yang lebih.

 “Sebelumnya disini dalam 1 tahun hanya dapat 2x musim tanam, di program ini bisa mendapat 4x musim tanam bahkan produktivitas pun meningkat. Bantuan sarana tersebut juga mendukung kualitas padi”, tambahnya.

OPIP ini menurut Asep juga bisa mencegah alih fungsi lahan tanam, Jika sebelumnya petani setelah selesai musim panen padi pertama untuk selanjutnya mereka tanam ketela di lahan tersebut, namun dengan program ini petani berkomitmen untuk selalu menanam padi karena waktu tanam dan panen yang jauh lebih cepat dari sebelumnya sehingga mereka pun bisa mendapatkan keuntungan yang lebih.

“Kami harap dengan Program OPIP dapat mengefektifkan masa tanam padi dan para petani dapat menanam padi lebih dari dua atau tiga kali dalam setahun sehingga dapat meningkatkan produksi dan pendapatannya guna terwujudnya upaya ketahanan pangan nasional”, pungkas Asep.

 Jay – red

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!