SERANG,www.suararakyat.com,- Pengendalian dan Pemanfaatan Lingkungan Hidup (PPLH) Koordinator Wilayah Provinsi Banten menyoroti soal Peraturan Daerah (Perda) Ketertiban Kebersihan dan Keindahan (K3) yang dikeluarkan Pemda Pandeglang.

Menurut Ketua Korwil PPLH Banten, Maman Fathurachman, bahwa Perda K3 itu telah dibuat maka harus dijalankan dengan baik.

“Jika aturan telah dibuat maka jalankanlah dengan baik, sudah tentu penyusunan Perda K3 sudah melalui kajian dan pembahasan yang melibatkan seluruh pengetahuan dan pengalaman staekholder yang ada, termasuk kajian hukum sosial ekonomi dan budaya,” ungkap Maman saat berbincang dengan media, Selasa (16/05/2022).

Dikatakan Maman selaku pemerhati lingkungan hidup asal Pandeglang, keberhasilan menjalankan aturan tidak terlepas dari sejauh mana sosialisasi yang telah dilakukan kepada stakeholder yang terlibat termasuk masyarakat dan penegak hukum atau pemerintah sendiri.

“Jika ternyata kenyataan di lapangan masih terdapat masalah, maka tentunya terdapat kesalahan atau ketidaksempurnaan baik dari sisi peraturan yang dibuat maupun penegakan aturan yang harus secara tegas dilakukan oleh pembuat aturan tersebut,” katanya.

Lanjut Maman, masyarakat jangan terlalu banyak disalahkan, ajaklah masyarakat dengan pendekatan budaya dan kearifan lokal daerahnya.

“Pemerintah memiliki perangkat untuk melakukan banyak hal kepada masyarakat termasuk bagaimana melakukan pendekatan secara jangka panjang untuk menanggulanggi permasalahan pengelolaan sampah,” ujarnya.

“Pemerintah jangan bertindak parsial, bertindaklah komprehenshif dalam mengatasi permasalahan dimulai dengan melibatkan seluruh stakeholder untuk mengetengahkan solusi dan strategi pengelolaan sampah,” sambungnya.

Ditambahkannya, selain itu pemerintah harus berani melibatkan peran serta inisiatif badan usaha yang professional yang memiliki teknologi pengolahan sampah modern dan inovatif melalui pola Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk diberikan ruang mengelola masalah sampah semisal diolah menjadi energi atau zero waste. Hal tersebut akan sangat menguntungkan dalam jangka panjang dibanding pekerjaan pengelolaan sampah hanya dilakukan secara konvensional dan hanya dilakukan dengan cara-cara tradisional.

“Dengan demikian, terlihat keseriusan pemerintah dalam pengelolan sampah sehingga dengan penyediaan cara-cara yang modern dan inovatif tersebut memberikan dampak yang signifikan mengurangi permasalahan sampah di masyarakat termasuk tidak adanya sampah yang berserakan di jalan yang selama ini kita lihat,” pungkasnya.**

Penulis: Asep Ucu SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!