PANDEGLANG, www.mediasuararakyat.com,- Setelah beberapa tahun keberangkatan Jamaah Haji tertunda karena Pendemi, Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita, SE,MM melepaskan Jamaah Haji tersebut, yang dilaksanakan di halaman Pendopo Pemkab Pandeglang.

Kegiatan pelepasan Jamaah Haji tersebut dilepas langsung Bupati Pandeglang didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Kapolres Pandeglang, Ketua DPRD Pandeglang, Ketua MUI, serta Alim Ulama yang ada di kabupaten Pandeglang.

Diketahui sebanyak 390 Jamaah kabupaten Pandeglang yang berkesempatan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini, Jamaah tersebut diberangkatkan pada hari ini Selasa (14/6).

Bupati Pandeglang Irna Narulita menyampaikan dari sekian banyaknya Jamaah Haji yang berangkat seluruhnya dinyatakan sehat, dilihat dari test kesehatan, test PCR dan sebagainya.

“Yang paling utama adalah alhamdulillah dari 390 orang ini test PCR dinyatakan sehat semua alhamdulillah negative, mudah-mudahan perjalanan dari Pandeglang sampai ke tanah suci selamat bahkan sampai pulang kembali,” kata Irna Narulita, Selasa (14/6/2022).

“Selain itu, agar para jamaah selalu menjaga kebersamaan antar jamaah, fokus pada ibadah.

Perkuat kebersamaan,” ujar Irna Selanjutnya Irna juga meminta para jamaah untuk selalu menjaga kesehatan agar dapat melaksanakan semua rukun, wajib serta sunah ibadah haji sehingga pulang nanti menjadi haji yang mabrur. Bupati memohon kepada para jamaah haji untuk mendoakan kabupaten Pandeglang agar maju, sejahtera sehingga pelayanan sosial kepada masyarakat meningkat.

Mas Jahroniah (56), Jamaah Haji asal Mandalawangi mengatakan rasa syukurnya bisa menunaikan rukun Islam pada tahun ini.

“Alhamdulillah kami diberikan kesempatan untuk berangkat ke tanah suci, sebelumnya memang sudah masuk daftar untuk berangkat namun terhalang oleh Pandemi Covid-19,” kata Mas Jahroniah yang biasa disapa Embay kepada media.

“Syukur Alhamdulillah, saya senang luar biasa bisa menunaikan ibadah haji tahun ini setelah menunggu selama 10 tahun,” ujarnya.

Ia mengatakan dirinya bersama suaminya sudah mendaftar sejak tahun 2012 silam dengan jadwal pemberangkatan pada tahun 2020. Namun, hal itu harus ditunda dikarenakan adanya pandemi Covid-19.

“Kita menunggu sudah sekitar 10 tahun, dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Tetapi namanya juga musibah tetap kita harus di syukuri,” katanya.

Embay mengaku, untuk persiapan dalam keberangkatan ibadah haji tahun ini sudah cukup matang, karena semua yang dijadikan syarat oleh Kementerian Agama sudah dipenuhinya seperti mulai dari proses administrasi dan kondisi kesehatan yang dijadikan prioritas utama.

“Persiapan sudah dipenuhi semua, termasuk kondisi fisik dan kesehatan kita sudah di cek,” ungkapnya.

Ia berharap pelaksanaan ibadah haji saat ini bisa berjalan lancar dan selamat sampai tujuan serta semua para jamaah disehatkan selalu karena mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19.

“Mudah-mudahan nanti selama pelaksanaan ibadah haji kita disehatkan terus dan bisa menjadi haji yang mabrur,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Kanwil kementerian Agama Provinsi Banten, Nanang Fathurahman melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pandeglang, Agus Salim mengatakan, kloter 20 calon jamaah haji asal Kabupaten Pandeglang sebanyak 390 untuk kelengkapan jamaah haji sudah diberikan.

“Iya Kloter 20, sebanyak 390 jamaah haji asal Pandeglang yang diberangkatkan, untuk kelengkapan jamaah haji sudah kita siapkan baik tas, koper, tas paspor dan lain sebagainya sudah kita berikan kepada calon jamaah haji,” kata Agus Salim.**

Penulis: Asep Ucu SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *