SERANG KOTA, mediasuararakyat.com, – Badan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Piksi Input Serang menyelenggarakan diskusi publik di Rumah Dunia, Cipocok, Serang, Banten. Selasa (28/06/2022).

Acara diskusi dihadiri oleh perwakilan BEM dari beberapa kampus Serta pimpinan Organisasi Mahasiswa Eksternal Kampus baik yang bersifat Primordial maupun Nasional yang berasal dari wilayah Provinsi Banten.

“Kami Undang seluruh elemen Pemuda dan Mahasiswa yang ada di Provinsi Banten, agar bersama kita bergotong royong mensukseskan pemilu serentak 2024 secara bersih dan kredibel,” sambut Aditia Ramadhan Presma BEM Politeknik Piksi Input Serang.

Sebanyak 3 narasumber yang dihadirkan pada agenda dengan Tema “Tantangan Menuju Pemilu Serentak 2024”, diantaranya Koordinator Divisi Hukum KPU Provinsi Banten Nurkhayat Santosa, Koordinator Divisi Organisasi Bawaslu Provinsi Banten Ocit Abdurrosyid Siddiq, dan Perwakilan Tokoh Pemuda Ahmad Jayani.

Pada Pemaparan Pertama Nurkhayar Santosa mengungkapkan apresiasi atas langkah perguruan tinggi yang membuka ruang bagi para mahasiswanya untuk terlibat langsung dalam ranah kepemiluan.

“Dengan beban kerja yang tinggi, tentu KPU sangat membutuhkan kehadiran para agent of change untuk berpartisipasi aktif menjadi penyelenggara (KPPS) baik pada Pemilu maupun Pilkada esok. Agendanya semua Perguruan Tinggi akan menindaklanjuti MoU Kampus Merdeka dengan KPU yang sudah dimulai,” ucap Santos (sapaan akrabnya) dalam pemaparan materinya.

Dirinya juga menambahkan bahwa KPU Pusat terus berupaya untuk memperbaiki sistem informasi yang ada saat ini, sehingga peningkatan efektivitas dan transparansi akan semakin terjamin karena masyarakat umum bisa lebih mudah mendapatkan data yang berkualitas dan mutakhir.Sementara itu, Koordinator Divisi Organisasi Bawaslu Provinsi Banten Ocit Abdurrosyid Siddiq yang memamparkan isu tentang money politik menilai bahwa agenda hajat negara yang akan berlangsung secara serentak dengan melibatkan mahasiswa secara langsung itu merupakan suatu keniscayaan.

“Berbicara tentang kerja dari Penyelenggara Pemilu itu bukan hanya soal mempersiapkan pencoblosan saja, namun jauh dari pada itu ada tahapan panjang yang harus kita lalui, butuh energi prima. Dengan kehadiran kawan mahasiswa, saya harap dapat membantu agenda besar ini,” ungkap Abdul Rosyid yang biasa disapa Ocit.

Ocit menambahkan bahwa secara tertulis tugas dari Bawaslu itu sendiri hanya ada pada 3 point yaitu pengawasan, pencegahan dan penindakan.

Namun implementasi dari ketiga tugas tersebut sangatlah sulit untuk dituntaskan tanpa keterlibatan banyak pihak, diantaranya peran pendidikan tinggi dan mahasiswa.

“Dari itu, kami mengajak kepada rekan mahasiswa untuk ikut serta mengawasi, mencegah serta turut melaporkan segala bentuk pelanggaran baik pemilu maupun pilkada untuk selanjutnya kami tindak, terutama jika menemukan praktik politik uang,” jelas Ocit.

Pembicara selanjutnya dalam ruang diskusi publik itu menghadirkan Perwakilan Tokoh Pemuda Wakil Ketua DPP KNPI Bidang Hukum Ahmad Jayani. Dalam penyampaian sesi terakhir, Jayani pada materinya mengatakan bahwa Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat yang rentang terjadinya pelanggaran dan kecurangan. Dari itu, kehadiran para mahasiswa dan pemuda dalam pengawasan Partisipatif Pemilu Serentak 2024 adalah suatu keharusan.

“Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat, sekaligus sarana aktualisasi partisipasi masyarakat sebagai pemegang kedaulatan, posisi masyarakat dalam pemilu ditempatkan sebagai subjek, termasuk dalam mengawal integritas Pemilu. Pemilu adalah kompetisi politik yang rentan terjadinya pelanggaran, dengan demikian demi mewujudkan Integritas Pemilu Pemuda dan Mahasiswa harus hadir dalam Pengawasan Partisipatif Pemilu. Dalam pengawasan partisipatif kita bisa menggunakan Metode yaitu Mencatat, Mengumpulkan Data dan Melaporkan,” tutup Jayani.**

Penulis: Asep Ucu SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!