Mediasuarakyat.com – Karawang,, Jawa Barat | Sebanyak 15 Kepala Keluarga dan dua Fasilitas Umum (Fasum) yakni Musholla At- Taubbah dan Paud Nusa Indah II , terancam tergusur proyek peningkatan jalan Jati – Kobakbiru, Desa Karang Ligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang.

Ironisnya, pembangunan jalan yang anggarannya berasal dari APBD sebesar Rp. 11,8 Miliar itu, dilaksanakan tanpa adanya sosialisasi terlebih dahulu kepada warga yang sudah puluhan tahun menempati wilayah tersebut.

Bangunan Paud Nusa Indah II Sudah Berdiri 17 Tahun Terancam Kena Gusur

Bahkan ,pihak pemerintahan desa Karang Ligar pun baru mengirimkan surat edaran seminggu jelang proses pembangunan dimulai.

“Desa memberikan kami surat edaran agar kami segera pindah dengan batas waktu sampai tanggal 30 Juli 2022 kemarin oleh RT, saya dan warga lainnya langsung panik dan hanya pasrah kebingungan ,karena surat itu sangat mendadak yang diberikan hanya satu minggu sebelumnya,” kata Yuli ,Kepala Sekolah PAUD Nusa Indah II yang sudah berdiri sejak 17 tahun silam , Senin (1/8/2022).

“Kami kebingungan batas waktunya sampai kapan,suratnya mendadak seminggu sebelumnya. Kita mah mau ada, atau gak ada kompensasi ,kita mah mau ketemu pak Lurah aja. Kita nunggu pak lurah manggil tapi belum ada juga,” ucapnya pasrah.

Menurutnya, ia bersama keluarga yang lain ingin menemui kepala desa bukan untuk apa- apa. Jika memang harus pindah, lanjut Yuli, semua warga siap untuk pindah. Hanya sebelumnya ingin menemui kepala desa untuk meminta kepastian agar mendapatkan jalan keluar yang terbaik.

“Kita mah menerima ,bukan mau membuat masalah apa- apa ,hanya mau kepastian aja. Mau ketemu kepala desa,” harapnya.

Ditempat yang sama, Tardo ,tokoh pemuda setempat membenarkan bahwa surat pemberitahuan agar warga yang tinggal disepanjang badan jalan Jati- Kobak Biru segera mengosongkan tempat tinggalnya karena akan ada proyek pembangunan peningkatan jalan, diberikan secara mendadak oleh pihak Pemerintahan Desa tanpa ada sosialisasi terlebih dahulu.

Bahkan kepala desa pun sulit ditemui warga, hal inilah yang menurutnya sangat disayangkan. Padahal, warga sangat kooperatif dan hanya ingin mendapatkan informasi yang membuat tenang dan kepastian.

“Dadakan banget, bahkan sampai hari ini belum ada penjelasan apapun dari pihak desa yang membuat tenang warga. Mereka saat ini panik ,karena dari pihak pelaksana sudah mengatakan tiga hari kedepan harus sudah dikosongkan,” tandasnya.

Ditambahkan Tardo ,seharusnya kepala desa mampu berkomunikasi dan bersikap kooperatif dengan warga. Membantu memberikan solusi harus seperti apa.

“Untuk sarana umum saja seperti musholla dan PAUD, sampai detik inipun tidak ada penjelasan ,tidak ada upaya pergantian merelokasi bangunan tersebut,” sesalnya.

Padahal untuk mushola. Warga sudah mewakafkan tanah untuk dibangunkan kembali ,tinggal berdiskusi terkait anggaran pembangunannya saja.

“Keinginan dari warga,  ya, intinya ingin pergantian bangunan. Untuk masalah tanah, Alhamdulillah dari pihak warga sudah mewakafkan, sehingga aktivitas beribadah warga dan belajar mengajar siswa disana tidak terganggu,” pungkasnya.

Sementara itu ketika Mediasuararakyat.com mencoba mengkonfirmasi kepala desa ke kantor Desa Karang Ligar, yang bersangkutan tidak berada ditempat.

“Bapaknya gak ada,  keluar barusan,” kata salah seorang staf.

Diketahui proyek peningkatan jalan Jati- Kobak Biru ini rencananya akan dikerjakan oleh CV Sagitarius dengan waktu pelaksanaan 150 hari kalender, terhitung tanggal 07 Juli sampai tanggal 03 Desember 2022.  Dengan nilai anggaran Rp. 11,8 Miliar. Sepanjang 1.414 meter  dengan lebar 7 meter. (tgh) 

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!