Mediasuararakyat.com – SOE, NTT | Terindikasi lakukan penipuan dan penggelapan dana dan material bantuan pekerjaan peningkatan pembangunan rumah bagi masyarakat, Kepala Desa (Kades) Santian, Kecamatan Santian, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nahum Bala Nokas, terancam dipidanakan.

Pasalnya, Kades yang baru saja dilantik kembali oleh Bupati TTS, 11/8/2022 lalu ini, terindikasi melakukan penipuan dan penggelapan biaya ongkos kerja tukang dan bahan non lokal pekerjaan peningkatan rumah masyarakat setempat, Tahun Anggaran 2020.

Fatalnya lagi, bantuan material non lokal berupa semen yang diambil dari hak keluarga penerima manfaat dengan tujuan untuk membantu pembangunan gereja di Kecamatan Santian ini diduga digunakan untuk kepentingan pribadi Kades.

Hal ini diungkapkan, YL, Warga penerima manfaat Desa Santian, kepada Tim media ini, Senin (15/8/2022), YL, secara tegas meminta pertanggung jawaban Kades Santian, terhadap biaya ongkos kerja tukang dan potongan semen sejumlah 175 sak dari 35 keluarga penerima manfaat .

Lanjutnya, pada tahun 2020, kepala Desa santian Nahum Bala Nokas mengundang 35 keluarga penerima manfaat bahan non lokal untuk lakukan pertemuan bersama di kantor Desa sebelum menerima bahan bantuan non lokal. Pertemuan itu melahirkan dua kesepakatan yakni biaya ongkos kerja tukang dan potongan semen sebanyak 5 sak bagi setiap keluarga penerima manfaat.

“Tahun 2020, kepala Desa Santian, mengundang kami untuk lakukan pertemuan sebelum kami menerima bantuan semen dan pasir. Dalam pertemuan itu kepala Desa menyampaikan bahwa, setiap keluarga akan menerima 40 sak semen, tetapi realisasinya hanya 35 sak semen saja, sedangkan 5 sak semen akan di berikan untuk bantuan pembangunan gereja Anugerah Santian, Gereja Imanuel Oelekon, Kapela Oelekon dan Gereja Tuatois. Untuk setiap keluarga penerima bantuan bahan non lokal, apabila sudah selesai mengerjakan rumahnya, agar segera datang melaporkan ke kantor Desa untuk dilakukan pemeriksaan dan menerima biaya sewa tukang sebesar Rp. 2.000.000 penyampaian kepala Desa ini disetujui oleh seluruh keluarga penerima manfaat”, ungkap YL

Setelah semua pekerjaan rumahnya selesai ungkap YL, dirinya memenuhi janji Kades yakni datang ke kantor Desa untuk melaporkan pekerjaan fisik rumah dan menerima biaya ongkos kerja tukang, namun niat baiknya itu tidak diindahkan oleh sang Kades.

“Saya orang pertama yang datang melaporkan ke Kades untuk lakukan pemeriksaan fisik rumah saya yang sudah selesai dikerjakan dan sekalian menerima biaya tukang, namun saat itu kades hanya datang memeriksa rumah saya saja, sedangkan biaya ongkos tukang tidak diberikan kepada saya. Sesuai janji Kades, sayapun meminta biaya ongkos kerja tukang, tetapi saat itu Kades hanya janji bahwa nanti, tunggu nanti, kata nanti ini berlanjut hingga saat ini”, jelas YL.

Lebih fatalnya lagi, Lanjut YL, potongan 5 sak semen dari 35 keluarga penerima manfaat ini akan diberikan untuk pembangunan gereja, tetapi imformasi yang diperoleh bahwa Kades Santian Nahum Bala Nokas tidak pernah memberikan bantuan semen untuk pembangunan gereja di Desa Santian.

“Ini yang kami pertanyakan, dimana semen yang dipotong dari setiap keluarga penerima manfaat?, Katanya mau kasih ke gereja?, Apakah benar itu semen sudah kasih ke gereja?, kami sudah cek, tapi pihak gereja tidak pernah menerima semen dari Kades. Tolong, jangan bawa nama gereja untuk kepentingan bapak Kades”, tanya YL.

Dirinya secara tegas meminta pertanggung jawaban sang kades, mengapa tidak membayar biaya ongkos kerja tukang sesuai janji kades dan dimana keberadaan 175 sak semen tersebut.

“Kami minta kades jelaskan ke kami, alasan apa tidak bayar uang tukang, dan semen yang mau diberikan untuk bantuan pembangunan gereja itu ada dimana?, Jika tidak dipertangung jawabkan, maka kami akan melaporkan hal ini ke pihak berwajib”, tegas YL.

Menanggapi kisruh potongan bahan non lokal (semen) yang manamenurut Kades bahwa semen tersebut akan diberikan untuk bantuan pembangunan gereja, Sumber kuat dan dipercaya yang enggan namanya disebutkan tim media ini, Jumat (19/8/2022), membantah, Gereja tidak pernah menerima bantuan semen dari Kades Santian Nahum Bala Nokas.

“Sampai saat ini, semen itu tidak di berikan kepada gereja Anugerah Santian, gereja Imanuel Oelekon, Kapela Oelekon dan gereja Tuatois. Agar di ketahui dari jumlah 35 rumah itu yang dapat bantuan dari Pemdes hanya 25 rumah saja, sedangkan 10 kepala keluarga penerima manfaat yang tidak dapat bantuan, namun nama mereka ada di surat pertanggung jawaban (SPJ), sampai saat ini mereka belum menerima bantuan bahan non lokal”, jelas Sumber.

Sekretaris Desa Santian, Gusti Selan, ketika di konformasi tim media ini, melalui pesan Watsupp, Jumat (19/8/2022), tidak menjelaskan terkait informasi dugaan penggelapan biaya ongkos kerja tukang dan potongan 5 sak semen yang diperuntukan bagi pembangunan gereja. Sekretaris Desa ini hanya meminta kepada tim media untuk memberitahukan siapa sumber yang mengadukan dugaan penipuan dan penggelapan biaya ongkos kerja tukang dan potongan 5 sak semen bagi setiap keluarga penerima manfaat.

Perlu diketahui bahwa total keseluruhan biaya ongkos kerja tukang untuk 35 buah rumah dan potongan 175 sak semen yang diduga ditipu dan digelapkan oleh Kades Santian Nahum Bala Nokas, senilai Rp. 80.500.000.

Informasi lain yang dihimpun tim media ini, selain terindikasi lakukan penipuan dan penggelapan, Kades Santian juga terindikasi lakukan laporan SPJ fiktif atas sejumlah program kerja baik pekerjaan fisik maupun program pemberdayaan bagi masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Hingga berita ini diturunkan, Kades Santian Nahum Bala Nokas belum berhasil di konfirmasi tim media ini.

Penulis : (AT/TIM)

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!