Mediasuararakyat.com – Karawang, Jawa Barat | Masyarakat Tegalwaru resah dan merasa tidak aman dengan kemunculan rampok-rampok, apalagi masyarakat yang akan bertani atau berladang melewati salah satu bukit yang menjadi wilayahnya. Karena rampok ini sangat kejam, bukan hanya mengambil harta benda, mereka juga tidak segan untuk membunuh.

Dalam keadaan genting tersebut, datang seorang pemuda yang membantu masyarakat melawan rampok-rampok tersebut, hal ini membuat semakin marah para perampok. Namun pemuda tersebut ternyata merupakan salah seorang murid jawara tua yang baru turun gunung dari perguruannya, pemuda bersama masyarakat bahu-membahu melawan dan membasmi rampok-rampok tersebut, sehingga masyarakat pun merasa aman.

Untuk mengenang bukit yang menjadi tempat para rampok dan perampokan, masyarakat menamai bukit tersebut “Pasir Rampog/Cirampog”/Bukit Rampok, yang sekarang masuk wilayah administrasi Desa Mekarbuana Kecamatan Tegalwaru Kabupaten Karawang.

Itulah sekelumit jalan cerita salah satu episode film “Raden Aji Dharma Kelana, Titisan Jawara Kidul Pasundan” yang dapat ditonton di youtube/www.youtube.com dengan channel badil83 channel.

Penggagas film, sutradara, juga penyusun skenario Adi Wijaya Kusumah mengatakan pada mediasuararakyat.com  bahwa film ini digagas atas keinginan memperkenalkan Karawang khususnya Karawang Selatan ke khalayak masyarakat umum dalam bentuk film/video.

“Gagasan pembuatan film ini bermula dari keinginan memperkenalkan Karawang khususnya Karawang selatan dalam sebuah video/film”, kata Adi Wijaya, Sabtu (27/08/2022).

Lebih lanjut, Adi Wijaya Kusumah atau yang biasa disapa Badil menerangkan bahwa “selain keindahan alamnya, Karawang ini kaya akan cerita rakyat, baik itu cerita legenda dan cerita mitos yang ada hubungannya dengan sebuah tempat ataupun nama sebuah tempat dan cerita sejarah”.

 “Di sini (Karawag Selatan, red) banyak cerita rakyat yang berhubungan dengan tempat atau nama tempat, seperti ; Pasir Rampog, Rentul Batu Goa Maung, Gunung Goong dan lain-lain”, ungkapnya.

“Apalagi di sini pernah menjadi ibu kota Karawang, dan pernah menjadi pusat gerilya pada masa perang kemerdekaan RI, tentunya akan banyak cerita rakyat”, jelas Badil.

“Kami berharap dengan adanya film ini akan memperkenalkan lebih jauh akan Karawang khususnya Karawang Selatan, sehingga secara tidak langsung mendorong pariwisata sehingga meningkatkan perekonomian masyarakat. Dan film ini menjadi tontonan yang menghibur juga tuntunan yang dapat mendidik”, harap Badil.

Badil mengungkapkan bahwa dalam pembuatan dalam film ini banyak kekurangan, hal ini karena beberapa faktor, terutama faktor keuangan. Kami tidak mendatangkan artis/ aktor atau orang yang pernah belajar seni peran, kebanyakan artis/aktor/pemain dadakan, ada yang tukang jualan siomay, tukang las, ada juga kepala desa, yang penting mau main dan sejalan dengan tim.

“Dan pembiayaan pembuatan film ini juga dengan cara swadaya dan kebanyakan uang pribadi, juga kami hanya mengandalkan tekhnologi seadanya dan sepunya kami, maklum kami tidak mampu membeli alat-alat yang mahal dan canggih”, keluh Badil.

Badil juga memohon dukungan dan bantuan pada instansi terkait khususnya Dinas Pariwisata dan Budaya Karawang agar memfasilitasi  dalam pembuatan film ini dapat berlangsung terus dan lancar.

“Agar kelangsungan pembuatan film ini kami mohon bantuan dan dukungannya pada instansi terkait khususnya Dinas Pariwisata dan Budaya Karawang, juga masyarakat khususnya penonton di youtube untuk subscribe dan like badil83 channel, untuk kelangsungan program pembuatan film ini, juga kami ucapkan terima kasih yang selama ini membantu dalam pembuatan film ini”, pungkas Badil.

Penulis : Deden Karuhun Sanggabuana/DKS

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *