Mediasuararakyat.com – Karawang, JawaBarat | Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Sembako yang di gelontorkan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia untuk masyarakat yang tidak mampu, kerap menjadi sorotan di masyarakat, karena terindikasi diduga dimanfaatkan oleh oknum- oknum e- Warong yang tidak bertanggung jawab.

Seperti yang terjadi di e-warong dengan atas nama Siti Nurjanah. 

Mak Odah (60) ,Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BPNT Sembako warga masyarakat Dusun Cicau RT 06/ RW 02 ,Desa Srijaya ,Kecamatan Tirtajaya ,Kabupaten Karawang, saat melakukan pencairan di mesin EDC e- Warong Siti Nurjanah di Dusun Gulampok, seharusnya menerima pencairan uang BPNT Sembako selama 2 bulan , dari bulan Juni dan Juli sebesar Rp. 400 ribu. Namun saat Mak Odah melakukan pengambilan ,uang tersebut diduga hanya diberikan Rp.300 ribu saja oleh e-warong tersebut, Kamis (15/09/2022).

” ketika BPNT cair ,Mak odah datang ke Nurjanah, namun berasnya habis. Lalu Nurjanah menawarkan uang saja kepada Mak Odah tapi ditolak dan tetap menginginkan beras. Uang mah cepat habis kata Mak Odah. Kemudian Mak Odah dikasih uang Rp. 300 ribu oleh Nurjanah sambil berpesan jangan bicara dengan siapa- siapa. Jadi  BPNT diuangkan ini adalah atas dasar paksaan Nurjanah kepada Mak Odah karena berasnya habis. Mak Acih tukang urut , juga sama begitu,  dua paket dikasih uang dengan alasan beras habis jadi diganti uang,” ungkap salah seorang sumber yang enggan disebutkan namanya pada Mediasuararaktyat.com

Dengan adanya informasi tersebut, awak media pun mencoba menyambangi rumah Mak Odah yang berada di Dusun Cicau RT 06/ RW 02 Desa Srijaya Kecamatan Tirtajaya Karawang, tersebut. Dan saat dikonfirmasi menurut Rumsiti anak dari Mak Odah, sebelumnya kordinator menyambangi rumah para KPM, dengan alasan mengumpulkan ATM  Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) untuk mengecek ke e-warong apakah uang bantuan tersebut sudah masuk atau belum, kemudian para KPM memberikan ATM KKS tersebut,” ungkap Rumsiti gamblang.

Setelah Jelang beberapa hari kartu ATM KKS tersebut dibagikan kembali ke masing-masing KPM.  Menurut Rumsiti setelah dilakukan pengecekan uang tersebut sudah masuk  dan siap untuk di cairkan dengan sembako. 

“Akan tetapi setelah melakukan penggesekan di e-warong  Siti Nurjanah ternyata sembakonya kosong dan sudah habis, setelah itu Siti Nurjanah langsung mengasih uang saja kepada saya sebesar Rp. 300 ribu ,padahal selama 2 bulan seharusnya saya dapatnya Rp 400 ribu tapi ini malah di kasih Rp. 300 ribu setelah itu saya tidak banyak nanya lagi dan langsung pulang,” jelasnya lebih lanjut.

Terpisah ,Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Tirtajaya ,Kosasih ketika dikonfirmasi mengatakan jika pihaknya masih menunggu jawaban dari e-Warong.

“Sy masih nunggu jawaban dari warung ….masih ngurus pendistribusian BLT BBM,” kata Kosasih yang dihubungi melalui pesan Whatsapp-nya.

Disoal perihal informasi dilapangan bahwa e- Warong tersebut diduga kerap berbuat “nakal”, Ia menegaskan akan melaporkannya ke Dinas Sosial Kabupaten Karawang.

“Akan sy laporkan ke dinas jika emang terbukti,  TKSK tidak punya hak untuk menindak hanya melaporkan kedinas atau timkor kabupaten,” ungkapnya, seraya mengirimkan sebuah vidio dari e-warong Nurjanah.

Dimana dalam vidio tersebut Mak Odah mengaku memiliki hutang kepada seseorang bernama Mak Haji, sehingga uang BPNT Sembako tersebut hanya ia terima Rp. 300 ribu karena dipotong Rp. 100 ribu.

Terdengar suara seorang wanita yang bertanya, apakah Mak Odah mendapatkan bantuan tersebut dalam bentuk beras atau uang. 

“Menang beas, ngan dijual pake mayar hutang, anu ngagesek na anak,” kata Mak Odah terdengar kemudian seorang wanita yang berulang menegaskan apa yang dikatakan Mak Odah dalam vidio tersebut.

TKSK juga menforward atau meneruskan sebuah pesan bertuliskan 

“Pak hj jd kejadian na seperti ini, ibu Odah ngegesek beras , trus udah di kasih beras nya tpi di jual beras nya ke MA hj , dan Nerima uang 300rb karna punya hutang 100rb ke MA hj, anak ny yg gesek nggk tau menau masalah ini”.

Sementara itu, e- Warong Siti Nurjanah, sampai berita ini diturunkan belum dapat dihubungi. (tgh) 

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!