Mediasuararakyat.com – Karawang, Jawa Barat | Pesta HUT Karawang atau hari jadi ke 389 disoroti aktivis dan beberapa anggota dewan yang punya hati. Hal ini, karena terkesan Euforia, dimana rakyat Karawang sedang terkena dampak kenaikan BBM dan Covid 19, pejabat happy dengan karnaval mobil hias dengan iringan musik dan gamelan.

Menurut Hegel, diduga sumber dana APBD yang tersedot untuk hari jadi Karawang ke 389 mencapai milyaran rupiah. Ditenggarai pula dana APBD tersebut yang banyak merasakan, jajaran pejabat dan sekelompok elit.

Pertanyaannya, kata Hegel, HUT Karawang bersumber dari APBD tadi, untuk pejabat apa rakyat Kabupaten Karawang. ” Kelihatannya, yang sibuk merayakan pejabat dan mengelola dana kegiatanpun pejabat,” katanya.

Masih menurut Hegel, rakyat yang tinggal di kota dan warga pedesaan yang secara kebetulan sedang berada di kota, hanya disuruh melotot giat karnaval mobil hias, mancing, dan pejabat dan sebagian elit  memakai pakaian pangsi adat saja. ” Itu pakain adat pangsi yang dipakai pada sidang peripurna khusus DPRD, diduga sumber dananya dari APBD,”  ujar Hegel via pesan whatapps kepada Mediasuararakyat.com, Sabtu (17/09/2022).

Dalam hal ini, kata Hegel, baiknya sumber dana APBD tersebut, diperuntukan rakyat Karawang yang terkena dampak kenaikan BBM dan Covid. ” Rakyat Karawang masih ada yang kesulitan beli beras dan sembako untuk makan,” tegasnya.

Tampaknya, pejabat yang ditugasi mengelola dana APBD, kata Hegel,  keukeuh pada kegiatan yang sudah diagendakan HUT Karawang. Disinyalir tidak peduli terhadap, rakyat Karawang yang hidupnya berada digaris kemuskinan.

Salah seorang anggota DPRD merasa prihatin pada Hari jadi Karawang, terkesan euforia. Terlebih, kondisinya saat terjadinya kenaikan BBM dan terdampak Covid.

Baiknya, kata seorang anggota dewan tadi, dana HUT tersebut jangan seluruhnya diperuntukan Eforia, tapi sebagian bisa dialirkan ke rakyat yang masih membutuhkan bantuan. Buat apa kita senang-senang,  tapi masih ada rakyat yang masih membutuhkan segala bantuan.” imbuhnya.  (tgh) 

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *