Mediasuararakyat.com – Serang, Banten | Sejak awal dibangunnya sebuah Jembatan yang menjadi penghubung antara perbatasan Dua Desa, yakni Desa Garut dan Desa Nanggung di Kecamatan Kopo Kabupaten Serang Banten, kini kembali Rusak.

Kerusakkan terparah jembatan diakibatkan oleh konstruksi yang sudah menua dan juga karena pembangunan Jembatan hanya dibuat seadanya tanpa dibangun secara permanen oleh pemerintah daerah maupun pusat.

Seperti halnya Yadi, salah satu tokoh Pemuda setempat yang telah menceritakan bahwa pembangunan jembatan kali ini didasari atas kesadaran warga setempat yang merasa lebih peduli terhadap kepentingan orang banyak.

Apalagi tatkala saat Jembatan tersebut terlihat dilewati oleh anak sekolah dari SD, SMP hingga SMA sebagai warga masyarakat diwilayah tersebut.

“Bayangkan Pak, saat akan melintasi jembatan itu anak-anak harus kita pandu, agar tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan terjadi apalagi sampai terjatuh masuk ke jurang,” tutur Yadi.

“Sebab jika warga harus melewati jalan Kecamatan itu terlalu jauh dan harus muter-muter, sehingga anak-anak dan masyarakat lebih banyak melewati jalan yang tak layak tersebut,” jelas Yadi.

Disisi lain juga telah terpantau dan berdasarkan unggahan Video yang sudah beredar di medsos, jelas bahwa Jembatan tersebut hanya bisa dilalui pejalan kaki dan kendaraan bermotor roda dua, jika direnovasi ringan.

Pada kesempatan terpisah, saat media melakukan sebuah konfirmasi kepada salah satu pemerhati dan penggerak sosial yang saat itu, Rabu 21 September 2022 kemarin.

“Arwan, yang juga dalam satu keterangan bahwa telah turut mengisahkan seusai dirinya telah melakukan chek lokasi ke titik jembatan,” ujarnya.

Berbicara selaku kesosialan Arwan menyatakan turut prihatin dan penuh kekecewaan saat usai meninjau kondisi jembatan tersebut.

“Awalnya saya mendapatkan informasi dari warga sekitar yang menginginkan ada bantuan dari seluruh lapisan masyarakat, saat itu saya ditunjukkan Foto Foto beberapa aktivitas warga yang sedang melintasi jembatan tersebu,” ujarnya.

“Jujur saja hati saya rasa terenyuh dan teramat menyayangkan akan Peran Pemerintah dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat,” papar Arwan.

“Sejauh ini kita mengetahui betul bahwa tanggung jawab pembangunan secara administratif adalah wilayah Pemkab Serang. Mestinya Pemkab Serang tanggap terhadap keluhan warga,” beber Arwan.”

Jika benar Pemkab tidak mau membantu, maka saya akan mengajak seluruh masyarakat se-Indonesia untuk Iuran, dan menunjukkan bahwa kekuatan rakyat bisa mengalahkan egonya sebuah birokrasi Pemerintah atas diri selaku pemegang kebijakan,” tegas Arwan.

“Saya juga sudah kirim Video Jembatan ini ke Wakil Bupati Serang dan ke beberapa Anggota DPRD Kabupaten Serang, walaupun hanya satu dewan yang merespon baik dan menyatakan bahwa Jembatan tersebut sudah diusulkan perbaikan,” tutup Arwan.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *