Mediasuararakyat.com – Simalungun, SUMUT | Aliansi Masyarakat Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara (SUMUT) kembali berunjuk rasa di Kebun Teh BahButong tepat nya di Afdeling 1,terkait penanaman sawit di kebun teh 20/10 mulai dari jam 10,30 sampai 14 wib.
Unjuk rasa kali ini dari masyarakat Laut Tawar Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara yang mengklam NAGORI Laut Tawar telah korban seperti wilayah mereka udah longsor termasuk makam (Kuburun perkampungan).
Berlian Saragih adik kandung Mantan Menteri Pertanian RI Prof Bungaran Saragih
dalam orasinya menyampaikan di depan warga dan pihak kebun Bah Butong Kacamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara, tujuan kami datang kemari untuk menyampaikan aspirasi yaitu membawa bukti bahwa pihak kebun telah menanam sawit di lokasi kebun teh padahal telah dilarang untuk ditanam sawit.
Selanjutnya dikatakan Berlian Saragih bukti bahwa pihak kebun Bah Butong telah menam sawit akan dibawa ke Kantor Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara. Karena pihak Kebun telah mengkankangi surat Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara yang isinya agar pihak kebun tidak menanami sawit di lokasi kebun teh Bah Butong karena belum punya izinnya.
Berlian menjelaskan pihak Kebun Bah Butung atau PTPN IV Medan bisa dikatakan Kebal Hukum, kenapa saya sebut Kebal Hukum melihat Surat Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara tertanggal 22September 2022 yang di tanda tangani Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Nomor :188.45/973/7.5./2022.ditujukan kepada Manegemen PTPN IV Unit Kebun Bah Butong, Direksi PTPN IV Medan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara, Kepala Balai PP HLK Wilayah Provinsi Sumatera Utara Camat Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara yang isinya yaitu ; 1.Tidak melanjutkan usaha atau kegiatan konversi Teh ke sawit sebelum mendapat Izin melalui perubahan persetujuan, 2. Mencabut Tanaman sawit yang di tanam pihak Kebun dan seterusnya. Surat tersebut ditanda tangani Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara Daniel Halomoan SILALAHI AP MSi.
Humas Kebun Bah Butong Kacamatan Sidamanik Kab Simalungun Sumatera Utara Rafi 20/10 jam 14 30 tak bisa dikonvirmasi awak media ini tentang unjuk rasa masyarakat Sidamanik Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun, beliau hanya di kantor tak mau ditemui beberapa media.
TO Simbolon SH menjelaskan kepada awak media ini, di antara masyarakat unjuk rasa
tentang Kebun Teh BahButong Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sumatera Utara yang mana semula ditanami teh sekarang telah ditanam sawit telah melanggar Hukum.
“Kenapa saya bilang melanggar Hukum, saya sendiri mewakili masyarakat untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Provinsi Sumatera Utara di Medan yang kesimpulannya bahwa penanaman sawit ditiadakan namun hasil rapat diabaikan”, ujar Tokoh masyarakat Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.
Ketua Umum DPP LSM HALILINTAR RI SP Tambak SH ketika diminta tanggapan tentang unjuk rasa masyarakat Sidamanik Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun Sumatera Utara.
“Terkait KebunTeh beralih ke tanaman sawit sangat melanggar peraturan apalagi pihak Kebun PTPN4 Medan Kebun Bah Butong belum memiliki IZIN perubahan”, ujar Ketua Umum LSM HALILINTAR RI SP Tambak.
Lanjutnya kepada awak media ini (Jumat, 21/10/2022) jam 8 wib dengan langsung memperlihatkan surat Bupati Simalungun Provinsi Sumatera Utara, pihak LSM akan menyusun data laporannya yang akan dikirim ke Menteri BUMN dan Perkebunan dan lainnya”, tegas Ketua Umum LSM HALILINTAR RI SP Tambak SH.
Penulis : S. Hadi PURBA