Mediasuararakyat.com – Pandeglang, Banten | Lembaga Perlindungan Anak (LPA) atau Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Pandeglang memenuhi panggilan Polres Pandeglang terkait dengan laporan pelecehan seksual dengan terduga terlapor pencabulan yang dilakukan inisial Y selaku oknum anggota DPRD Pandeglang.

Menurut Gobang Pamungkas selaku Ketua Komnas PA kabupaten Pandeglang, bahwa pihaknya dimintai keterangan klarifikasi terkait dengan pendampingan dan konseling terhadap korban sebagai pelapor pada 22 April 2022 dan penyidik Polres Pandeglang 27 April 2022 mengirimkan Surat Pengembangan Penyelidikan Hasil Penyidikan (SP2HP) dan dinyatakan bahwa perkara yang dilaporkan adalah Pasal 289 KUHP bukan Undang-undang perlindungan anak.

“Maka atas dasar usia lebih dari 18 tahun (dewasa) kami secara institusi atau lembaga tidak memiliki wewenang lagi untuk melakukan pendampingan hukum dan fisikologi pada terlapor. Itu yang harus kita luruskan,” terang Gobang kepada wartawan, Senin (28/11/2022) usai memenuhi panggilan penyidik Polres Pandeglang.

Namun, setelah tahu usia korban bukan lagi usia anak, kata Gobang, ibu korban tetap meminta bantuan secara pribadi dan tidak mengatasnamakan lembaga.

“Karena permintaan itu, akhirnya kita berikan pendampingan fisikolog secara cuma-cuma pada korban, bagaimana merecovery fisikis, fisikologi dan mengobati trauma healing. Jadi kami perlu tegaskan bahwa kehadirannya disana itu personal bukan institusi, atas permintaan korban dan ibu korban,” tandasnya.

“Tidak benar kalau kita mempasilitasi dan memediasi secara institusi. Makanya surat pernyataan itu dibuat tanpa menggunakan Kop Lembaga dan Korp juga pakai stempel LPA untuk pencabutan laporan pada Polres Pandeglang tersebut,” sambungnya lagi.

Namun Gobang membenarkan adanya surat pencabutan laporan itu dari korban. Tetapi tidak sempat untuk mediasi antara korban dan pelaku karena sulit untuk dipertemukan.

“Waktu itu setelah korban menandatangani surat pencabutan itu memberikan syarat yang diajukan salah satunya siap untuk dimusyawarahkan dengan catatan, pelaku meminta maaf secara langsung pada korban dan beberapa syarat lainnya. Dan syarat yang pertama itu tidak dipenuhi oleh pelaku termasuk akses komunikasi diblokir, sehingga korban merasa tersinggung. Itu kata ibu korban, dan kesepakatan itu menjadi mentah,” bebernya.

Ditambahkannya, dari proses penanda tanganan pernyataan pencabutan laporan itu pihaknya sudah tidak memiliki kewenangan dan sudah tidak mempunyai kepentingan.

“Surat pernyataan itu berharga atau bisa dinyatakan sah apabila surat pencabutan itu disepakati bersama kedua belah pihak di kepolisian,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, kuasa hukum terlapor Satria Pratama, SH dan Maskur, SH, saat memberikan keterangannya pada wartawan, pada Jumat (25/11/) di Resto Kapuso, Hotel Horison Pandeglang menyampaikan bahwa pihak terlapor menunjuk dirinya secara sah selaku kuasa hukum terlapor untuk menangani perkara yang sedang berlangsung di Polres Pandeglang, bahwa penting disampaikan bahwa tanggal 22 April 2022 yang dilaporkan terlapor dengan bukti STPL B126-04-2022/SPKT/RES-PDG tersebut.

“Oleh karena itu berdasarkan laporan itu, pihak terlapor sudah datang ke Polres Pandeglang untuk memberikan klarifikasi di bulan April 2022 tersebut pada penyidik Polres Pandeglang,” ungkap Satria.

“Dan pelapor ini sudah membuat surat permohonan pencabutan perkara, itu fakta hukum yang tidak bisa kita pungkiri bahwa surat tersebut sudah dibuat pihak pelapor,” sambungnya, seraya memperlihatkan bukti surat pencabutan perkara yang dibuat pelapor tersebut yang berinisial AT.

Dikatakan Satria, surat itu dibuat pelapor dengan catatan bahwa tidak ada unsur tekanan, paksaan atau ancaman oleh pihak manapun termasuk kliennya sebagai pihak terlapor.

“Pada waktu itu dibuat dimediasi atau dipasilitasi oleh lembaga perlindungan anak Kabupaten Pandeglang dan juga menjadi saksi, dalam hal ini ada tiga saksi. Ini juga sebagai fakta hukum yang harus disampaikan kepada publik,” katanya.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!