Mediasuararakyat.com – Pandeglang, Banten | Sedikitnya 100 yatim yang dimotori Banten Peduli Kemanusiaan dan tokoh agama di Kecamatan Labuan, kabupaten Pandeglang, Banten, mengadakan doa dan zikir bersama, agar terhindar dari bahaya gempa dan tsunami.

“Sebagai daerah rawan gempa, kita patut memohon kepada Tuhan agar daerah kita terhindar bencana alam seperti yang terjadi di Labuan,” kata H. Ade, kepada wartawan, usai melaksanakan acara tersebut, di Perumahan Makui Kalanganyar Labuan, Selasa (20/12/2022).

Kegiatan itu dilakukan secara spontan oleh relawan dan masyarakat yang bermukim di sekitar Kecamatan Labuan, yang merupakan daerah pesisir pantai dan rawan terkena tsunami.

H. Ade selaku Tokoh masyarakat mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat baik dan dapat dilaksanakan juga oleh kecamatan lainnya serta seluruh warga Pandeglang.

“Kegiatan itu juga sebagai bentuk keprihatinan kita terhadap nasib saudara kita yang tertimpa musibah di Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah yang terkena gempa dan tsunami,” ujarnya.

Sementara itu, Cahya Gumintang salahsatu relawan menegaskan, tidak ada tujuan lain di balik kegiatan doa dan zikir bersama itu, murni keinginan masyarakat yang memohon kepada Tuhan agar terhindar dari bencana.

Ia juga menjelaskan bahwa acara ini merupakan inisiatif dari beberapa anak-anak yatim yang berkeinginan untuk mendoakan daerahnya terbebas dari bencana.

Acara doa dan zikir bersama itu dihadiri masyarakat terdiri dari mahasiswa dan tokoh masyarakat yang ada di Labuan.

Yatim dan masyarakat membaur berdoa bersama dengan khusyuk yang dipandu Ustadz Hasan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang Hj Nuriah mengatakan, doa bersama ini adalah momentum yang penting bagi masyarakat Pandeglang untuk bermuhasabah diri.

“Sebagai saudara sebangsa setanah air yang terikat tali persaudaraan, mari di sini kita saling mendoakan para korban tsunami beberapa waktu lalu. Semoga apa yang kita laksanakan ini, diridhoi Allah SWT,” ucap Nuriah.

Bencana tsunami Selat Sunda yang melanda sebagian wilayah pesisir pantai Labuan hingga Lampung pada 22 Desember 2018 lalu, menyebabkan kerusakan yang cukup luas, bahkan tecatat memakan korban tewas ratusan jiwa.

“Mudah-mudahan Labuan dan sekitar terhindar dari musibah, dan semoga kabupaten Pandeglang yang kita cintai ini bisa lebih baik lagi ke depan,” harap Kadinsos Nuriah.

Santunan yang dibarengi dengan doa bersama ini, sebagai wujud kepedulian dan kasih sayang terhadap anak yatim. Sangat banyak saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan.

“Terlebih, adik-adik kita yang telah ditinggalkan orang tuanya. Sedikit bantuan dari kita akan sangat berarti bagi kehidupan mereka,” ujar Deska selaku koordinator relawan.

“Mari kita bersama berdoa agar kita semua selamat dari segala bencana dan marabahaya. Memohon perlindungan dari Allah merupakan salah satu usaha yang bisa kita lakukan. Selain melakukan berbagai usaha lain untuk mencegah dan mengatasi bencana,” tukasnya.

Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur, tokoh, hingga seluruh masyarakat sehingga kegiatan ini bisa berjalan lancar.

“Mohon doanya, supaya kita diberikan kesehatan sehingga bisa menjalankan amanah mencintai yatim,” ucapnya.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!