Mediasuararakyat.com – Pandeglang, Banten | Sebanyak 862 orang sopir angkutan umum perkotaan di wilayah Kabupaten Pandeglang mendapatkan bantua sosial tunai (BST) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang sebesar Rp 450 ribu selama tiga bulan.

Pemberian BST dari APBD Pandeglang itu dilakukan Dishub Pandeglang di terminal Kadubanen selama 2 hari tersebut berjalan tertib dan lancar diberikan kepada para sopir yang tercatat tidak pernah mendapatkan bantuan PKH atau BLT lain dari pemerintah.

Hal itu disampaikan Kepala seksi (Kasi) Pengelolaan Terminal Kadubanen pada Dishub Kabupaten Pandeglang, Suhaedi, S.Sos kepada wartawan, Rabu (21/12/2022) disela-sela penyerahan BST tersebut.

Menurut Suhaedi yang panggilan akrab Ule ini, bahwa dengan adanya dampak inflasi atau sebagai kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat dirasakan oleh para sopir angkutan perkotaan (Angkot) di sub terminal yang ada di wilayah Kabupaten Pandeglang, Pemkab telah menggelontorkan BST dari APBD Pandeglang tahun 2022 untuk 862 sopir yang masih aktif dan belum pernah menerima bantuan sosial lain dari pemerintah.

“Pembagian BST bagi para sopir angkot di wilayah Pandeglang ini sebanyak 862 orang mendapatkan bantuan pertiga bulan sebesar Rp 450 ribu untuk bulan Oktober, Nopember dan Desember 2022 hari ini diberikan,” ungkap Suhaedi.

Dikatakannya, kriteria yang mendapatkan BST ini adalah sopir angkot yang aktif, membayar retribusi, sopir yang tidak mendapatkan penerima bansos seperti PKH dan program bantuan lainnya.

“Wilayah yang mendapatkan bantuan ini sesuai dengan trayek masing-masing berdasarkan Sub Terminal yang ada,” katanya.

“Seperti trayek Anten-Cadasari, Anten-Cadasari-Rego, Artabuana-Banjar, Artabuana-Pari, Artabuana-Batubantar, Artabuana-Labuan, Saketi-Menes, Menes-Labuan, Panimbang-Labuan, Panimbang-Cigeulis, Cibaliung-Sumur, dan Labuan-Pasauran. BST dialokasikan dari APBD Kabupaten Pandeglang, kita hanya menyalurkan untuk para sopir,” sambungnya.

Suhaedi berharap anggaran BST itu bisa terserap diterima oleh seluruh para sopir angkot tersebut.

“Semoga bantuan dari Pemkab Pandeglang ini bisa bermanfaat bagi para sopir untuk kebutuhan mereka tanpa adanya potongan. Ini dampak dari kenaikan BBM,” pungkasnya.

Beberapa sopir mengaku bersyukur dan berterima kasih dengan adanya BST yang diberikan Pemkab Pandeglang tersebut.

“Alhamdulillah bantuan yang diberikan pemkab untuk sedikit banyak dapat meringankan beban kami, terima kasih dan bersyukur adanya bantuan ini,” ujar Masri salah seorang sopir angkot yang mengaku sudah 10 tahun ini.

Kepala Bidang Perhubungan Darat pada Dishub Pandeglang, Berliana yang pada kesempatan itu memberikan arahan dan penekanan pada para sopir yang mendapatkan BST tersebut, bahwa bantuan dari pemda bisa untuk diterima oleh para sopir yang datanya sesuai koordinasi dengan Dinsos Pandeglang yang benar-benar belum pernah mendapatkan bantuan sosial lainnya dari pemerintah.

“Saya tekankan kepada para sopir penerima BST ini, jika ada potongan atau oknum anggota yang melakukan silahkan laporkan kepada kami. Intinya kami berharap BST senilai Rp 450 ribu hari ini terima utuh oleh para sopir,” tandasnya singkat, seraya menambahkan bahwa capaian target PAD dari retribusi sebanyak 102 persen tahun 2022 ini dari total Rp 223 juta lebih.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *