Mediasuararakyat.com – Gunungsitoli, SUMUT | Anggota DPD RI Perwakilan Sumatera Utara usai melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Nias terus melanjutkan kunjungan ke Desa Bawomataluo Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan melihat dan menyaksikan denyut nadi kehidupan ekonomi masyarakat di desa tersebut.

“Di Desa Bawomataluo yang terkenal dengan atraksi lompat batunya yang fenomenal, kami menyaksikan kehidupan masyarakatnya salah satunya adalah sektor pariwisata lompat batu dan penjualan suvenir yang dikelola oleh Badan Usaha Desa (BumDes) tentang pemasaran sovenir perlu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (pemkab) Nias Selatan agar duta-duta dari Bawomataluo diajak studi banding ke daerah yang pengelolaan pariwisatanya yang telah maju untuk belajar bagaimana memasarkan produk kerajinan tapi tidak terkesan memaksakan kepada pengunjung”, ujar M. Nuh.

Kunjungan hari kedua menyambangi dan mengisi khutbah jum’at 24 Februari 2023 di Masjid Agung Ar Rahman Teluk Dalam serta berdialog dengan tokoh masyarakat, warga pesisir tentang berbagai hal.

“Aspirasi tersebut menjadi bahan masukan yang akan ditindaklanjuti di persidangan nanti, diharapkan Kabupaten Nias Selatan terutama warga muslim tidak tertinggal dibandingkan kabupaten lainya di Kepulauan Nias”, kata Nuh.

Di hari terakhir kunjungan kerja Anggota DPD RI beserta rombongan mendatangi dan melihat secara langsung kegiatan operasional Stasiun Meteorologi Bandar Udara Binaka Gunungsitoli Nias.

Kedatangan Nuh di Kantor Pengamatan Cuaca Stasiun Meteorologi Binaka disambut baik oleh petugas dengan ramah meski bukan pada jam kantor reguler.

Muhammad Nuh didampingi Abdul Aziz, Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Belawan Medan Periode 2015 – 2018 menyatakan Stasiun Meteorologi Binaka cukup baik dalam melakukan pelayanan terutama pelayanan penerbangan dan informasi peringatan dini cuaca di kawasan kepulauan Nias dan sekitarnya.

Dijelaskan Abdul Aziz kepada M. Nuh bahwa seluruh UPT BMKG baik Pusat maupun Daerah seluruh peralatannya sudah sesuai Standar ISO/IEC 17025:2017, merupakan Standar ISO yang digunakan oleh Laboratorium yang merupakan persyaratan umum untuk kompetensi laboratorium Pengujian dan Kalibrasi. ISO itu sendiri adalah singkatan dari International Standardization Organization.

“Di sampaikan juga kepada Wakil rakyat ini bahwa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika seluruh aktifitas pelayanannya sudah mendapat sertifikasi ISO, “terang Abdul Aziz.

Muhammad Nuh berpesan kepada petugas Stasiun Meteorologi Binaka agar teruslah meningkatkan pelayanan terbaik kalian agar masyarakat dapat merasakan kemanfaatan dari tugas yang Saudara emban.

Terakhir Nuh berpesan “peralatan cuaca yang sangat vital ini apabila sudah rusak, menurut standar sudah tidak layak operasional dan lain sebagainya agar jangan tunda untuk mengusulkan perbaikan maupun penggantian peralatan yang baru agar pelayanan tetap prima,” pungkas Muhamad Nuh.

Penulis : S Hadi Purba

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!