Mediasuararakyat.com – Karawang, Jawa Barat | Berlaga sok jagoan dan arogan, dua pemuda diduga kondisi tengah mabuk menggunakan kendaraan sepeda motor dinas polisi menganiaya seorang pelajar SMK berinisial RRM  Kecamatan Kotabaru hingga babak belur, Sabtu (4/5/2023 ).

Bahkan, berdasarkan informasi dari warga, dua pemuda yang bernama Wiranda dan Remon itu mengaku anak polisi. Ternyata hanya karyawan binaan Bank Sampah Lantanza Cikampek.
 
Hal itu diungkapkan Staf Kesiswaan SMK di salah satu Kecamatan Kotabaru Danil Agus Kurnia saat dihubungi, Minggu (5/3/2023)..

Danil  menyatakan, pihaknya akan mengawal permasalahan tersebut ke ranah hukum sampai tuntas.

“Kami mengawal permasalahan ini, khawatir kejadian ini takut jadi sepele, maka lebih baik berlanjut (proses hukum, red) agar tidak terjadi lagi ke siswa yang lainnya,” Ujar Danil.

Sebelumnya, Danil menyebut keluarga korban penganiayaan itu telah melaporkan kepada Polsek Kotabaru.

Dia menjelaskan, sudah dua kali mediasi dijalankan kedua belah pihak antara keluarga korban dan pendamping pelaku di Polsek Kotabaru untuk menempuh jalan damai namun berujung buntu.

Karena tidak ada keputusan yang jelas, dari pihak Polsek suruh lanjut ke Polres Karawang sambil bawa ijazah sebagai persyaratan laporan, “katanya.

Sementara itu, Pelajar Kecamatan Kotabaru yang berinisial RRM mengatakan dirinya sama sekali tidak menyangka akan dianiaya karena kesalahpahaman sama-sama pengguna jalan berkendaraan roda dua yang berlawanan arah.

“Mungkin pengaruh obat-obatan dan minuman keras, mereka putar balik tanpa tanya apa-apa langsung hajar saya,” ungkapnya.

Lantas kata dia, dalam kondisi babak belur dan kepala pusing, pihak sekolah membawa ke klinik dan rumah sakit Izza Cikampek.

Dia mengatakan peristiwa penganiayaan itu berlangsung di jalan raya Karangsalam, Desa Pucung, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang. (tgh/red)

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *