Mediasuararakyat.com – Sumba Barat Daya, NTT | Usai melakukan panen jagung secara simbolis hasil dari Program Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) dan kunjungan ke Puskesmas Kori. Gubernur VBL dan Rombongan melanjutkan kunjungan ke SMK Negeri 1 Kodi Utara. Dalam kunjungannya di SMK Negeri 1 Kodi Utara, Gubernur memberikan arahan bahwa dalam pendidikan bukan saja kecerdasan intelektual melainkan juga dengan daya tahan (adversity quotient), ketangguhan serta ketabahan.

“Pintar dan cerdas saja tidak cukup. Siswa harus punya daya tahan, tangguh dan juga tabah dalam menghadapi tantangan. Orang yang tidak memiliki daya tahan akan lengah ketika mendapatkan masalah atau rintangan. Anak-anak harus punya tekad yang kuat dalam proses belajar baik di sekolah maupun lingkungan sekitar. Harus ada resiliance (ketangguhan) yang semakin mendapatkan rintangan dan masalah maka dia semakin kuat,” kata Gubernur. Senin (06/03/2023).

Gubernur mengungkapkan, talenta atau bakat yang tidak terus diasa dan dilatih maka akan terbuang percuma dan sia-sia.

“Bakat dan talenta kalau tidak dilatih maka pasti akan gagal. Saya sangat percaya dengan proses pembentukan kualitas sumber daya manusia. Harus terus belajar, melatih diri, membangun relasi, tidak cepat putus asa dan selalu menginput diri dengan pengetahuan dan hal-hal positif,” ujarnya.

“Sekolah bukan tempat penitipan anak.
Sekolah jadi lembaga untuk memberikan ilmu, melatih, mendidik dan membina serta mendampingi siswanya dibentuk dengan baik. Anak-anak itu sebelum masuk kelas harus rileks. Harus ada kegembiraan. Guru perlu menciptakan suasana gembira dalam proses belajar, agar siswanya mendapatkan kenyamanan pada saat belajar,” ungkap Gubernur.

“Guru harus paham betul keadaan siswa sehingga ada kedekatan yang baik. Guru bisa melakukan pendekatan dan pendampingan pada siswa, sehingga mengerti keadaan siswa tersebut baik hubungan dia dengan keluarganya dirumah, hubungan dengan teman hingga keadaan sekitar yang ikut mempengaruhi pribadi siswa tersebut,” harap Gubernur.

“Jadi tidak ada siswa yang bodoh atau tidak bisa. Kita harus dampingi mereka dengan baik dan membuka kesempatan belajar sebesar-besarnya dan memberikan input pengetahuan yang luas. Pasti dia akan cerdas dan hebat,” kata Gubernur.

Dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan keunggulan Pulau Sumba.

“Ini pulau yang hebat, banyak sekali destinasi pariwisata, kita punya sektor pertanian baik Program TJPS yang sudah bertumbuh, dan juga food estate dan EBT dengan energi panas matahari di Sumba Tengah, serta shrimp estate di sumba timur Sumba akan bertumbuh hebat ke depannya”, kata Gubernur.

Gubernur juga menuturkan, bahwa Menteri Kesehatan telah menginstruksikan terkait dengan pengembangan aplikasi E-Simpati (Sistem Informasi Penanganan Stunting Terintegrasi) yang akan digunakan di seluruh daerah. Aplikasi ini sangat bermanfaat karena memuat data akurat terkait stunting, diantaranya data anak, kondisi, alamat, data orang tua, serta penanganan di posyandu atau puskesmas terdekat.

“Jadi semua kota/kabupaten di NTT akan pakai aplikasi ini. Paling lambat sudah bisa kita gunakan karena Bapak Presiden Jokowi turut memberikan apresiasi pada penerapan aplikasi ini,” ujar Gubernur.

Gubernur juga meminta seluruh Bupati, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Puskesmas, serta Kader Posyandu untuk mendata kebutuhan antropometri (alat ukur untuk penanganan stunting) agar bisa dikirimkan segera ke Kementerian Kesehatan untuk selanjutnya direalisasikan dan dapat dibentu dan dipenuhi segera terkait kebutuhan alat tersebut.

“Data semua kebutuhan untuk alat antropometri ini agar kia bisa kirimkan untuk segera dibantu oleh Kementerian Kesehatan,” ungkap Gubernur.

Sementara itu, Bupati Sumba Barat Daya dr. Kornelius Kodi Mete mengungkapkan apresiasi kepada Gubernur yang sudah berkunjung ke Sumba Barat Daya.

“Terima kasih atas kunjungannya Bapak Gubernur dan rombongan ke Kabupaten Sumba Barat Daya untuk memberikan motivasi bagi kami semua terkait dengan program TJPS yang saat ini sudah berkembang baik di Sumba Barat Daya. Juga arahan terkait dengan penanganan stunting dan bidang pendidikan,” kata dr. Kornelius.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan Penyerahan Bantuan Pendidikan sebesar Rp.32.609.341.000, untuk Pembangunan Fisik dan Pengadaan Peralatan Pada 8 SMA dan 17 SMK Se-Kabupaten Sumba Barat Daya dan Penyerahan Bantuan Hibah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) sebesar Rp 4.687.000.000 untuk Pembangunan dan Pengembangan SPAM Regional Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur Kabupaten Sumba Barat Daya.

Usai kunjungan di SMKN 1 Kodi Utara tersebut, Gubernur bersama rombongan bertolak ke Kabupaten Sumba Barat untuk melakukan kegiatan kunjungan kerja selanjutnya.

(TIM NTT)

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *