Compress 20230404 204607 7564

Mediasuararakyat.com – Medan, SUMUT | Meskipun FIFA sudah memutuskan untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 pada Mei 2023 mendatang namun penolakan terhadap timnas sepak bola Israel sudah kadung menjadi isu Nasioanal bahkan Internasional.

Banyak kepala daerah angkat bicara soal penolakan Timnas Sepakbola Israel mulai dari Gubernur Bali sampai Gubernur Jawa Tengah angkat bicara. Bahkan pihak MUI juga ikut menolak kedatangan timnas Israel ke Indonesia.

Menyikapi berbagai macam penolakan dan gejolak, M. Nuh sengaja menggelar diskusi publik yang mengangkat tema:

“Penolakan Timnas Israel dari perspektif Konstitusi Negara dan sejarah Yahudi di Nusantara” jelas M. Nuh selaku anggota DPD RI asal sumatera Utara ketika ditemui wartawan disela sela acara.

Masih lanjut Muhammad Nuh, harus digaris bawahi kita fokus akan penolakan timnas Israelnya
bukan penolakan piala dunianya. Karena secara konstitusi kita tidak boleh menerima bangsa penjajah datang ke teritorial Indonesia

Sedangkan Yusrin Nadzif, SH, M.Hum yang menjadi salah seorang pembicara mengatakan; jangan pernah takut menolak kedatangan timnas Israel malah dicap membawa bawa masalah agama ke sepakbola, padahal kebebasan berpendapat di lindungi oleh konstitusi, dan nilai nilai Islam tidak pernah bertentangan dengan konstitusi jelas Dosen Tata Negara USU ini.

Dan lebih menariknya lagi mayoritas isi dari kontitusi berasal dari nilai nilai Islam,” terang Yusrin.

Pembicara kedua pada diskusi publik kali ini adalah Artawijaya penulis buku Jaringan Yahudi di Nusatara dan mantan wartawan Majalah Sabili.

Artawijaya menjelaskan secara gamblang bahwasanya, kasus penolakan timnas Sepakbola Israel sudah ada sejak tahun 1963, ketika itu timnas menolak melawan timnas sepakbola Israel pada kualifikasi piala Dunia. Penolakan langsung dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Soekarno, Menteri Olahraga dan ketua PSSI pada masa itu. Jadi penolakan timnas Israel bukan baru kali ini saja, seperti yang banyak beredar di medsos jelasnya.

Artawijaya juga mengingatkan Persoalan Palestina bukan soal perebutan wilayah tapi soal akidah, soal mempertahankan masjidil Aqso dari rongrongan Zionis Israel.

Dodi Chandra salah seorang peserta yang hadir merasa senang akan diskusi publik hari ini, wawasan kami akan konstitusi dan bagaimana Penyebaran Israel di nusantara semakin bertambah.

Dodi yang mengaku sangat cinta akan sepakbola juga meng-aminkan keputusan FIFA yang membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah piala dunia U-20, menurutnya kasus kanjuruhan yang menewaskan banyak suporter dan penanganan kasus yang seadanya menjadi pertanda penanganan kasus hak asasi manusia di Indonesia masih buruk keluhnya dan mungkin ini juga yang menjadi pertimbangan FIFA membatalkan event

Hadir dalam pertemuan dari berbagai kalangan, dari Ormas hadir PERSIS, PUI, Ikadi, JPRMI, utusan Partai, Jurnalis, praktisi hukum, Dosen, dan PW Salimah Sumatera Utara.

Penulis : S Hadi Purba

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!