Compress 20230404 105731 1741

Mediasuararakyat.com – Karawang, Jawa Barat | Kegiatan Proyek drainase di RT 002/006 Dusun Cigoong Desa Lemahkarya kecamatan Tempuran kabupaten Karawang menuai kritikan dari masyarakat.

Berdasarkan hasil pantauan media suara rakyat.com, Pasalnya proyek Drainase tersebut menggunakan anggaran pemerintah.yang terdapat dari pajak masyarakat melalui anggaran Desa Desa terlihat kegiatan tersebut diduga asal jadi.

Saat meninjau di lokasi kegiatan, Papan proyek yang dipasang tidak akurat dengan yang disampaikan oleh tenaga kerja.

Hal ini di katakan PN (inisal-red) warga Dusun Cigoong, merasa tidak beres dengan kegiatan pembangunan drainase yang berada di Dusun Cigoong Desa Lemahkarya kecamatan Tempuran ini.

”Kegiatan macam apa ini, kok pengerjaannya asal jadi aja, untuk pemasangan batu nya tidak di gali, kemudian batu kalinya hanya di tumpuk tumpuk di duga untuk mengurangi material Semen dengan tujuan mempercepat kegiatan”, ujarnya.

PN menambahkan, “kami sebagai masyarakat serta putra daerah Kecamatan Tempuran sudah jelas pihak pelaksana diduga telah membodohi masyarakat karena kegiatan ini sudah jelas tujuannya untuk meraup keuntungan dari pada mementingkan kualitas dan mutunya”, jelas PN.

Saat di Konfirmasi secara langsung oleh media Suara Rakyat.com. salah satu pekerja mengatakan bahwa tinggi pekerjaan 80 Cm sedangkan panjang dan lebar saya tidak tahu pak, tanya saja ke Jaja selaku kepala tukang alias mandor, Ujar salah pekerja yang tidak mau disebutkan namanya.

Sedangkan di papan proyek tertera panjang 254 M, Tinggi 0,5 M dan lebar 0,25 M dengan pagu anggaran sebesar Rp.60.609.744. Dana Desa Tahap 1 tahun anggaran 2023.

Lebih Lanjut PN Menambahkan, Di duga ada kelalaian mungkin juga pembiaran dari pihak terkait di mana masih adanya kegiatan pembangunan di wilayah Kabupaten Karawang yang masih kurang transparan dalam memberikan informasi terkait pembangunan Drainase dan juga kegiatan lainnya.

“Karena dugaan untuk menutupi anggaran kegiatan tersebut agar masyarakat sebagai sosial kontrol diduga bisa di kelabui alias di bohongi”, ujarnya.

Kepala Desa Lemah Karya saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya tidak ada respon hingga Ditemui Kekantor desa pun tidak ada di tempat,tutupnya.(Tim)

Deden Solehudin

Editor : Deden Solehudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *