Img 20230716 202227

Mediasuararakyat.com – Banten | Tim kesehatan haji Indonesia khususnya Dinas kesehatan Kabupaten Pandeglang siap memberikan pelayanan kesehatan bagi jemaah yang membutuhkan setibanya di Pandeglang.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pandeglang melalui Kepala BLUD Puskesmas Mandalawangi Hj Elsa Mariana usai menjemput jemaah haji yang mengalami sakit fraktur asal kecamatan Mandalawangi, kabupaten Pandeglang, kepada wartawan, Minggu (16/7/2023).

Dikatakan Elsa Mariana, hari ini kami timkes menjemput jemaah haji yang sedang mengalami sakit fraktur langsung ke Bandara Soetta.

“Jamaah itu atas nama H Kasmarin dan Hj Koyah asal Desa Cikumbuen kecamatan Mandalawangi,” kata kepala Puskesmas Mandalawangi.

“Adapun yang patah tulang itu Ibu Hj Koyah dibagian kaki sebelah kiri, diketahui akibat jatuh dari tangga waktu di mekah saat keluar maktab,” imbuhnya.

Elsa menjelaskan kasus fraktur atau patah tulang pada jemaah haji menjadi kasus penyakit kedua terbanyak yang ditangani oleh Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah. Jumlah kasusnya cenderung meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Faktor usia, kelelahan dan lingkungan diduga menjadi penyebab utama peningkatan kasus fraktur yang dialami pada jemaah haji Indonesia,” tukasnya.

Lebih lanjut Kepala BLUD Puskesmas Mandalawangi menuturkan terdapat 21 jenis kasus fraktur. Diantaranya ialah fraktur colles. Fraktur ini adalah patah tulang pada bagian pergelangan tangan. Yang berikutnya yakni fraktur collum femur atau patah tulang paha, fraktur proximal pada tulang ulna atau tulang hasta lengan bagian bawah.

Penyebab patah tulang utamanya karena terjadi trauma atau cedera akibat benturan. Penyebab ini dipicu oleh faktor risiko yang dialami oleh jemaah haji Indonesia, yaitu dehidrasi, kelelahan dan lingkungan. Faktor risiko tersebut juga bisa berlaku pada jenis penyakit lainnya.

“Jadi karena faktor kelemahan tenaga yang udah kecapean lama berdiri, akhirnya terpeleset atau tersenggol sedikit jatuh,” terang Elsa.

“Kami akan memantau kondisi kesehatan pasien dan akan merujuknya ke RSUD berkah Pandeglang,” terangnya.

Diketahui pelayanan kesehatan disiapkan karena banyaknya jemaah haji yang mengalami masalah kesehatan saat melakukan ibadah haji, ditambah lagi sebanyak 80 persen jemaah haji berisiko tinggi.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!