Img 20230717 Wa0067

Mediasuararakyat.com – Jakarta, Jawa Barat | Pejuang Tangguh TB RO Jakarta, Tubercolusis (TB) hingga saat ini masih menjadi tantangan untuk segera disikapi. Kasus TB terus meningkat setiap harinya.

Oleh karena itu, dukungan lintas sektor, komunitas dan keterlibatan masyarakat perlu ditingkatkan dan dioptimalkan untuk selamatkan Indonesia bebas dari TB, kegiatan Forum Grup Discusion (FGD) ini diselenggarakan oleh Yayasan Pejuang Tangguh TB RO Jakarta, yang berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah Matraman Jakarta Timur pada hari Senin (17/07/2023).

“Tuberkulosis (TB) atau TBC adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis. Bila tidak diobati, penderita TB akan meninggal, namun pasien TB dapat disembuhkan dengan minum obat secara lengkap dan teratur. Sebagai rumah sakit rujukan di JakartaTimur, RSUD Matraman memberikan layanan TB RO semaksimal mungkin, dan kemudian mengupayakan agar tidak terjadi kejadian putus obat bagi yang berobat”, ucap dr. Deva Bahctiar.

Pelayanan di Poli TB RO dilakukan secara komperhensif, mulai dari awal pasien datang dan dinyatakan TB RO, persiapan minum obat, penentuan rejimen pengobatan oleh TAK (Tim Ahli Klinis), pemantauan minum obat oleh Nakes dan Komunitas PETA (Pejuang Tangguh), Penabulu, TOSS TBC dan POP TB Indonesia melakakukan pemantauan dan pendekatan yang efesien dalam pengobatan ke faskes satelit yang dekat dengan domisili pasien (desentralisasi), serta edukasi untuk komitmen menjalani pengobatan.

Dengan pelayanan yang ada sekarang ini, RSUD memiliki harapan kepada Pemerintah adalah obat-obatan harus selalu tersedia sampai pengobatan selesai, jangan sampai kekurangan obat atau datangnya terlambat.Diskriminasi terhadap pengidap pasien TBC kerapkali membuat para pejuang TB  semakin dikesampingkan.

Hal ini tentu menjadi problem bagi penyandang TB maka perlu adanya pendampingan secara berkala.  Oleh karenanya dengan adanya dukungan parsial yang lebih terstruktur, serta strategi yang kreatif tentu kerjasama menjadi point penting dalam pengawasan proses pengobatan berkelanjutan, kerja-kerjasukarelawan tentu akan lebih optimal tidak hanya dalam menemukan kasus aktif tetapi juga meningkatkan kapasitas personel mereka sebagai garda depan penanggulangan’’, ungkap  Aryadinda Dwi LBH Indonesia Raya

Maka dalam hal ini, untuk menciptakan kesehatan masyarakat yang prima maka dibutuhkan berbagai peraturan yang menjadi pedoman bagi petugas kesehatan dan masyarakat luas, sehingga suasana dan lingkungan sehat selalu tercipta. Di samping itu pemerintah harus membuat program yang dapat menjadi stimulus bagi anggota masyarakat untuk menciptakan lingkungan dan masyarakat sehat, baik jasmani, rohani, sosial serta memajukan masyarakat hidup produktif secara sosial dalam menjalani setiap aktivitas.

Penulis : Badri Tamami

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!