Img 20230727 Wa0244

Mediasuararakyat.com – Banten | Ditengah lonjakan harga telur ayam yang kian meroket, peternak ayam malah mengalami kerugian setelah ratusan ayam petelurnya mati dan puluhan ribu telur membusuk, hal ini disebabkan karena hampir sepekan para pekerja tidak dapat memberikan pakan dan air ke dalam kendang.

Hal itu dikarenakan lokasi peternakan disegel oleh pemerintah kabupaten Serang.

Untuk meminimalisir kerugian pemilik peternakan terpaksa menjual ayam petelur dengan harga murah yang jauh dari harga pasaran ayam saat ini.

Harga telur yang kini mencapai Rp 35 ribu perkilogram di kabupaten Serang, banten, tidak menjadikan pemilik ternak ayam petelur untung malah dengan terpaksa dirinya harus gulung tikar dan semua karyawan yang bekerja di peternakan tersebut pun kini harus kehilangan mata pencahariannya.

Ari selaku pekerja sekaligus yang bertanggung jawab di peternakan tersebut mengatakan, dirinya sangat menyayangkan dengan keputusan yang di ambil oleh Pemerintah Kabupaten Serang atas penyegelan terhadap peternakan tempat dirnya bekerja.

“Untuk permasalahan tepatnya saya sendiri kurang terlalu paham, solanya saya hanya bertanggung jawab untuk merawat ayam dan mengumpulkan telur dari kandang, dan sudah beberapa hari ini kita ga bisa kerja karena di segel,” kata Ari, Kamis (27/07/2023).

Ia menjelaskan, setelah hampir sepekan para pekerja di peternakan ayam petelur yang berlokasi di kampung Cadasngampar Desa Sukamenak Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, akhirnya diperbolehkan untuk memberikan pakan serta air minum untuk 30 ribu ekor ayam petelur yang berada didalam kendang, saat berada didalam kandang para pekerja pun dikejutkan dengan ratusan ekor ayam yang mati serta puluhan ribu ayam lainnya dalam kondisi memprihatinkan di karenakan kurang makanan serta minum.

“Pertama kali masuk kami sempat kaget karena ratusan ayam sudah mati, bahkan beberapa sudah membusuk, di tambah puluhan ribu ayam lainnya juga kondosinya kurang bagus, mungkin karena terlalu lama dibiarkan gak ke urus, yah akhirnya kami coba ambilin ayam yang mati, trus kami bakar di tempat pembakaran, trus pekerja yang lain juga buru-buru ngasih pakan serta minumannya supaya yang masih tersisa bisa di selamatkan,” ujarnya.

Lebih jauh Ari mengungkapkan, tidak hanya itu, puluhan ribu butir telur ayam juga membusuk akibat dibiarkan terlalu lama hingga akhirnya menumpuk di kandang, seluruh pekerja langsung mengumpulkan dan mensortir puluhan ribu telur yang masih dapat diselamatkan untuk dijual kembali, pemilik peternakan juga berinisiatif menjual ayam petelur dengan harga murah untuk mengurangi nilai kerugian serta membayar gaji puluhan pekerja di peternakan tersebut.

“Sebenarnya kasian saya sama pemilik ternak, solanya telur yang kita kumpulin juga kebanyakan udah pada busuk yah akhirnya kita sortir agar bisa di jual, ketambah sekarang juga ayam nya mau di jual murah sama pemilik kandang buat nutupin kerugian juga kan karyawan yang kerja belum pada di gajih,” tandasnya.

Seperti diketahui peternakan ayam petelur milik PT Suberejeki Baru Semesta telah melakukan aktifitas peternakan di kampung Cadasngampar Desa sukamenak Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Banten, selama hampir 7 tahun terakhir dan memiliki 45 pekerja yang menggantungkan hidup dari bekerja dipeternakan tersebut.

Ditengah lonjakan harga telur ayam yang terus meroket, peternakan ayam petelur yang menghasilkan telur ayam sebanyak 3 ton perhari ini harus menghentikan aktifitas peternakan lantaran terbentur izin dan perda kabupaten serang yang memungkinkan berkurangnya pasokan telur ayam di wilayah kabupaten dan kota serang, serta hilangnya pekerjaan bagi 45 pekerja yang tinggal tidak jauh dari lokasi peternakan.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *