Img 20230829 Wa0183

Mediasuararakyat.com – Banten | Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang sukses menggelar Festival Kultur Pandeglang 2023.

Festival kultur Pandeglang tersebut mengusung tema tumbuh bersemi dalam deru modernisasi yang digelar di halaman Balai Budaya (Balbud) Pandeglang.

Dalam acara Festival Kultur Pandeglang, berbagai macam bentuk seni dan budaya ditampilkan. Acara dibuka dengan Kirab Budaya diikuti oleh komunitas budaya, kelompok seniman, dan para pelajar.

Acara dilanjutkan dengan pagelaran seni pertunjukan tradisi seperti Calung Renteng, Dodod Angklung, Toleat, Beluk, Hatong, Ubrug, Dzikir Saman, Patingtung dan seni pertunjukan lainnya.

Dalam acara ini pun terdapat pameran arsip sejarah Kabupaten Pandeglang hasil kerjasama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pandeglang.

Kepala Disparbud Pandeglang, Neneng Nuraeni mengatakan, kegiatan festival kultur bagian dari upaya melestarikan dan mengenalkan kebudayaan dan kesenian Pandeglang secara luas.

“Kami berkewajiban untuk membina semua kelompok budaya yang ada di Kabupaten Pandeglang, supaya bisa tampil di ruang terbuka,” ujar Neneng Nuraeni saat ditemui di lokasi, Sabtu 26 Agustus 2023.

Neneng berharap, dengan adanya kegiatan festival kultur bisa memberikan pengetahuan baru kepada anak-anak muda dan siswa untuk mencintai kebudayaan lokal.

“Jadi, modernisasi ini maksudnya tumbuh berkembang di era kemajuan kebudayaan, karena kami sudah punya Perda pemajuan kebudayaan, sehingga kebudayaan lebih menyesuaikan dengan perkembangan jaman, tapi tidak menghilangkan aslinya,” katanya

“Jadi, anak muda sekarang diperkenalkan kepada budaya kabupaten Pandeglang yang banyak sekali, bukan hanya seni saja, tapi juga dari makanannya kemudian, cagar-cagar budaya di Pandeglang mereka juga harus tau,” tambahnya.

Neneng berharap, kegiatan ini bisa terus dilakukan setiap tahun. Selain itu, ia berencana membuat program bulanan pertunjukan pegiat kebudayaan.

“Ini mudah-mudahan kami programkan tahunan, juga nanti kita kan buat program sebulan sekali sanggar seni bisa tampil di Balai Budaya,” terangnya.

Dosen sekaligus aktivis kebudayaan, Eko Supriatno sangat mengapresiasi acara Festival Kultur Pandeglang 2023 ini.

“Sejatinya, Pandeglang menyimpan kultur, nilai-nilai sejarah, dan kearifan lokal yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata sejarah. Kita menanti masa keemasan dunia seni di Pandeglang. Masa dimana lahirnya seniman, sastrawan, dan budayawan Pandeglang. Seni Budaya Pandeglang harus mulai menggeliat, bangkit dari keterpurukan. Sudah saatnya penggiat-penggiat seni budaya Pandeglang hebat,” ungkap Eko.

Festival Kultur Pandeglang 2023 ini berbicara, lanjut Eko, bahwa ketika geliat akar rumput, ruh gerak budaya ada di tangan masyarakat (baik pribadi maupun komunitas), di sinilah sebenarnya sedang terjadi demokratisasi kebudayaan.

“Yaitu ketika setiap simpul kegiatan budaya sungguh merupakan wujud pertemuan kepentingan antarkelompok masyarakat, dengan relasi yang saling menguntungkan dan memberdayakan,” terang Eko.

Rizal Sofyan, salah satu penggiat budaya di Pandeglang mengatakan, di Alun-Alun Kabupaten Pandeglang telah terlaksana peristiwa budaya penting, karena telah melaksanakan Festival Kultur Pandeglang 2023.

“Bagi saya ini adalah pengalaman pertama melihat sebuah festival budaya berskala besar di Alun-Alun Pandeglang. Biasanya acara kebudayaan di Pandeglang diselenggarakan dalam skala kecil dan mandiri atas inisiatif pelaku budaya. Namun kali ini berbeda, mereka terintegrasi dalam satu festival besar. Karena dalam pelaksanaannya penyelenggara menghadirkan komunitas budaya, kelompok seniman, hingga siswa sekolah untuk ikut serta,” ungkapnya.

Menurutnya, acara tersebut tentu bukan hasil kerja singkat. Membaca sepak terjangnya, pelaku budaya memperjuangkan kebudayaan dari berbagai sektor dan cara. Mereka berjejaring, berstrategi, hingga lobbying sana-sini untuk memperjuangkan nasib kebudayaan di Pandeglang. Ketika Pandeglang mengandalkan sektor pariwisata sebagai promosi kebudayaan, pelaku budaya membuat jalan alternatif yaitu dengan membuat hidup Bale Budaya yang lama vakum dari kegiatan seni dan budaya.

“Para pelaku budaya paham bahwa Balai Budaya dan Alun-Alun Pandeglang adalah titik strategis untuk perkembangan kebudayaan di Pandeglang, karena ruang publik dan terletak di pusat pemerintahan Kabupaten Pandeglang. Kebudayaan bukan sebagai pelengkap pariwisata melainkan memiliki ruhnya sendiri,” ujarnya.

Dikatakannya, dengan difungsikannya kembali Balai Budaya, kemungkinan hadirnya kegiatan seni dan budaya akan semakin ramai. Pertemuan antar generasi dan latar belakang akan terjadi. Lalu memantik paradigma dan gerakan untuk mengembangkan kebudayaan dengan lebih masif Pandeglang akan semakin berkah.

Ia berpendapat Festival Kultur Pandeglang 2023 ini adalah batu loncatan untuk Kabupaten Pandeglang dalam mengelola dan mengembangkan kebudayaan sesuai dengan Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.

Terlihat dari kerjasama berbagai pihak, Festival ini didukung oleh Pemerintah Daerah dan dikelola oleh pelaku budaya Kabupaten Pandeglang. Peristiwa ini menandai gerakan kolektivitas atas nama kebudayaan di Kabupaten Pandeglang.

“Selanjutnya tinggal kita lihat efek domino dari Festival Kultur Pandeglang 2023 pada geliat seni dan budaya di Kabupaten Pandeglang,” tandasnya. ***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!