Img 20230917 Wa0116

Mediasuararakyat.com – Banten | Sebuah bengkel tambal ban yang diduga dijadikan tempat transaksi obat tanpa izin edar digerebek warga Kampung Pasirkelapa RT02/07, Kelurahan Kabayan, Kecamatan Pandeglang Kabupaten Pandeglang, Banten.

Aksi tersebut bermula dari sejumlah warga Kampung Pasirkelapa yang mengetahui adanya dugaan jual beli obat daftar G tanpa izin edar tersebut, sangat geram dan mendatangi bengkel tambal ban di wilayah terminal Kadubanen.

“Tadi siang sudah kita pastikan bahwa di bengkel tersebut menjual obat daftar G, dan malam ini Minggu 17 September 2023, kami warga langsung menyantroni lokasi, akan tetapi tempatnya sudah kosong, sepertinya sudah tercium oleh pemilik bengkel tersebut,” kata Emi selaku Ketua RT 01/07, Kp. Pasirkelapa.

“Sepertinya sudah diketahui, sebab tadi siang kita sudah pastikan masih ada transaksi. Aneh, tadi siang bengkel nya masih buka, ini bengkel nya sudah tutup dan alat-alat bengkel nya sudah kosong sama sekali,” sambungnya.

Emi menjelaskan, selaku Ketua RT di wilayah tersebut, merasa kecewa karena sudah beberapa kali di terminal Kadubanen ini sering ditemukan ada yang dagang minuman keras, sekarang ada penjual obat daftar G tanpa izin edar. Pihak Dinas perhubungan (Dishub) pun tidak pernah melaporkan setiap ada warung yang baru buka kepada Ketua RT maupun Ketua RW.

“Kami sangat merasa kecewa di lingkungan kami yang berada di terminal Kadubanen dijadikan tempat jual beli obat daftar G tanpa izin edar dan pernah didapati juga yang dagang minuman keras, Saya bersama warga akan selalu melakukan pengawasan di wilayah terminal dengan rutin agar tidak dijadikan tempat yang tidak baik apalagi hingga melanggar hukum,” jelas Emi.

Sementara, Ketua Rukun Warga (RW) Sahidi, meminta pihak Dishub harus bisa menjaga dan mengontrol wilayah terminal dengan maksimal, terutama harus berkordinasi dengan Ketua RT dan RW, agar warga sekitar bisa membantu mengontrol sehingga diketahui sejak dini bila ada hal yang mencurigakan yang mengarah ke tindak kriminal.

“Seharusnya pihak Dishub bisa lebih maksimal membangun komunikasi dengan Ketua RT dan RW agar warga juga bisa membantu mengantisipsi hal-hal yang tidak diinginkan sejak dini,” cetusnya.

Di tempat yang sama, Marku, petugas Dishub yang bertugas di terminal Kadubanen, mengatakan bahwa tidak mengetahui bengkel ban tersebut dijadikan tempat jual beli obat daftar G tanpa izin edar.

“Wah, kita ga tau kalau bengkel tersebut dijadikan tempat jual beli obat daftar G tanpa izin edar, setahu kita hanya bengkel tambal ban saja, dan itu juga mau pindah menurut pemiliknya,” tuturrnya singkat.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!