Img 20231118 Wa0211

Banten | Tim Kelompok Madu Panaitan telah berhasil menemukan petani madu dan nelayan Kecamatan Sumur, Yatna Supriatna (33) yang hilang di Legok Kadam Perairan Pulau Panaitan, Sabtu (18/11/2023) sekitar pukul 09.30 WIB sekitar 100 meter dari pantai dalam kondisi hidup.

Korban Yatna warga Kampung Bengkok Desa Tunggal Kaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang menghilang saat mengantar mencari madu di Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) Pulau Panaitan, Selasa (14/11/2023) lalu.

Menurut Kompol Yogie selaku Kabag OPS Polres Pandeglang, pada saat mengantar mencari madu di kawasan TNUK Pulau Panaitan pada hari Sabtu tanggal 11 Nopember 2023 sekitar pukul 17.30 WIB di Kawasan Legon Kadam TNUK Pulau Panaitan yang mengalami kesurupan atau kerasukan dan melarikan diri ke hutan Pulau Panaitan hingga dilaporkan menghilang.

“Alhamdulillah korban Yatnan telah ditemukan bertempat di Legon Kadam Pulau Panaitan  oleh Tim kelompok madu Panaitan Lestari saudara Wawan bersama Tim sekitar 100 meter dari Pantai dengan kondisi korban saat ditemukan dalam keadaan sehat,” terang Kompol Yogie melalui pesan WhatsApp-nya, Sabtu (18/11/2023) singkat.

Hal senada juga disampaikan Kepala Balai Nasional Ujung Kulon (BTNUK) Ardi Andono, bahwa kronologis hilangnya nelayan Sumur bermula dari Kapten Kapal Madsuri dan ABK bernama Yatna pada tanggal 8 November melakukan perjalanan ke Pulau Panaitan.

“Menggunakan perahu Ketinting berangkat menuju Pulau Panaitan untuk melakukan penjemputan petani kelompok madu. Yang berdasarkan dokumen perizinan seharusnya sudah kembali pada tanggal 14 November 2023 lalu,” terangnya.

Selanjutnya, pada hari Minggu, 12 November 2023, pihak Seksi PTN 

2. Tanggal 12 November 2023 Pihak Seksi PTN (Pengelolaan Taman Nasional) Wilayah I Panaitan, mendapatkan informasi melalui sambungan telepon selular dari pihak keluarga Yatna. Melaporkan bahwa anggota keluarganya atas nama Yatna hilang sejak hari Sabtu, 11 November 2023 malam.

“Yatna merupakan ABK dari Kapten bernama Madsuri. Yang mana keduanya berasal dari Kampung Bengkok, Desa Tunggaljaya, Kecamatan Sumur,” ujarnya.

Dikatakannya, setelah menerima laporan, Tim gabungan dari Tim TNUK, keluarga dan masyarakat desa melakukan pencarian hingga hari Jumat, 17 November 2023.

“Mengingat masih belum ditemukan maka dilakukan pencarian dengan tim SAR dan BPBD. Dipimpin langsung oleh saya sendiri selalu Kepala Balai dilakukan pencarian dan rapat hari Sabtu pagi pukul 7, selanjutnya menuju lokasi titik dilaporkan Yatna hilang,” katanya.

Ditambahkannya, bahwa setibanya di lokasi, Tim Gabungan melakukan pencarian dan menemukan survivor (penyintas) Yatna pada Pada pukul 10.30 WIB.

“Setelah ditemukan, selanjutnya survivor Yatna diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *