Img 20231118 Wa0011

Banten | Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengajak para awak media untuk berkolaborasi informasikan dan menyukseskan program pemerintah. Salah satunya penurunan angka pengangguran yang saat ini tengah menjadi fokus pemerintah Provinsi Banten. 

Hal itu diungkapk Al Muktabar saat membuka acara Media Gathering tahun 2023 Pokja Wartawan Harian dan Elektronik Provinsi Banten di Pemancingan Baros Villa Sakana, Kecamatan Baros Kabupaten Serang, Jum’at (17/11/2023).

Al Muktabar mengungkapkan, di tahun 2023 ini Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Banten berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Badan Pusat Statistik (BPS) mengalami penurunan menjadi 7,52 persen dibanding tahun 2022 sebesar  8,09 persen pada periode bulan Agustus. 

“Capaian itu merupakan hasil kerja kolaborasi bersama seluruh Forkopimda dan stakeholeder, termasuk rekan-rekan media,” kata Al Muktabar. 

Meski demikian, lanjutan Al Muktabar, dirinya tidak lantas berpuas diri, karena angka TPT di Provinsi Banten harus terus ditekan guna mewujudkan generasi emas tahun 2045 nanti.

Maka dari itu, Al Muktabar mengajak para awak media untuk bersama-sama menganalisa dan merumuskan konsep penurunan angka TPT itu, sehingga pengangguran di Provinsi Banten bisa lebih cepat dituntaskan.

“Misalnya mengajak masyarakat yang mendaftarkan diri sebagai pencari kerja untuk melaporkan ke Dinas terkait ketika ia sudah mendapat pekerjaan, untuk kami data dengan baik,” ujarnya. 

Kemudian, masyarakat yang bekerja kurang dari 8 jam per hari atau masyarakat yang bekerja secara part time atau freelance, serta menganalisa para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang secara signifikan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi.

“Kita membutuhkan kerja sama multi pihak untuk buat metode penurunan angka pengangguran, seperti para masyarakat pencari kerja ketika sudah mendapatkan pekerjaan akan mendaftarkan kembali bahwa dirinya sudah bekerja,” ungkapnya.

Pemprov Banten, lanjut Al Muktabar, terus mendorong dan menggiatkan langkah konkrit dalam menangani tingkat pengangguran di Provinsi Banten. Di antaranya, menggelar job fair, berkomunikasi dengan para pengusaha, berupaya meningkatkan investasi sebagai lapangan pekerjaan, hingga mendorong UMKM dengan segala produknya.

“Karena dengan UMKM, masyarakat dapat menjadi owner dan juga sebagai lowongan pekerjaan,” ungkapnya.

“Langkah-langkah kerja kita perlu mendapat keseriusan bersama yaitu menurunkan pengangguran di Provinsi Banten,” tambah Al Muktabar.

“Meningkatkan investasi merupakan satu peluang kita melakukan hilirisasi untuk membuka lapangan kerja. Hilirisasi itu penting bagaimana kita melakukan langkah-langkah mengurangi angka pengangguran terbuka di Provinsi Banten,” pungkasnya.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!