Img 20231124 Wa0014

Mediasuararakyat.com – Kalimantan Barat | PONTIANAK- Kepala Cabang Pemangkat Bank Rakyat Indonesia (BRI) M. Jul Fajri mengatakan dalam perkara nasabah kehilangan dana tabungan di BRI, dengan kerugian diperkirakan sebesar Rp39.985.000,-. Pihak Bank (BI ) Pontianak telah melakukan pemanggilan kepada pihak Kepala Cabang (Kacab) BRI Pemangkat serta nasabah yang menjadi korban untuk dilakukan mediasi atas kasus yang dialami nasabah.

Namun, dari hasil Mediasi yang dipasilitasi oleh pihak Bank indonesiak(BI ) Pontianak tidak membuahkan hasil,dengan pasilitasi penyelesaian permasalahan pengaduan masyarakat/ konsumen dengan indikasi pembobolan rekening melalui aplikasi banking BRIMO.

Sebaliknya pihak Bank Rakyat indonesia (BRI ) atas masalah ini menghindar dari tanggung jawab.

“Masalah ini bukan kapasitas Kacab BRI pemangkat, hal ini ada pada BRI Pusat di Jakarta,” ujar M. Jul Pajri kepada wartawan, di kantor Bank Indonesia, Bangka Belitung, Pontianak Tenggara, Kalbar, Kamis (23/11/2023).

Sementara pihak nasabah,Tacarudin Sahrol merasa tidak pernah memberikan nomor PIN dan password, akses mobile banking kepada pihak manapun

“Kacab BRI Pemangkat justru membuat pernyataan dalam berita acara, mengatakan bahwa konsumen/nasabah merupakan korban dari sosial engineering,” ungkap Tacarudin.

DPW LSM Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat Kalbar, Edi Ashari, .saat dihubungi awak media angkat bicara, pihak Bank BRI Cabang Pemangkat sudah seharusnya mempertanggung jawabkan atas dana nasabah yang dibobol.

Edi Ashari mengungkapkan bahwa pihak Bank BRI lalai dalam melindungi rekening dan e-mobile banking milik nasabah.

Edi Ashari menyatakan pertahanan Ciber pada bank BRI tidak kuat sehingga menimbulkan kerugian bagi nasabah yang memiliki e-mobile banking.

“Jadi apapun alasannya pihak Kacab BRI Pemangkat harus bertanggung jawab karena bank BRI itu BUMN, segala tindakan dan keputusan yang diambil harus dijalankan dengan baik dan benar tidak boleh melepaskan tanggung jawabnya begitu saja,” pungkasnya.

Sebelum bertemu, dari pantauan awak media, Kacab BRI Pemangkat M. Jul Pajri, terkesan arogan dan tidak memiliki jiwa kepemimpinan serta tanggung jawab. Menghindar dan masuk mobilnya saat dimintai keterangan, sehingga menghambat dan menghalang-halangi tugas jurnalis dalam meminta keterangan.

Doktor Murphi, S.H, M.H. Menyayangkan masalah Bank BRI Cabang mangler Pontianak kehilangan dana yang berdomisili Dalam dalam Tabungan sebesar Rp.39.985.000,-.

Peristiwa Dana dalam rek Nasabah cab BR I begitu saja,bukanlah baru kali ini terjadi,namun kehilangan hak nasabah Dalam Rekening raib begitu saja menjadikan,masyarakat hilang kepercayaan (trust) pada Bank itu sendiri.

“Sementara itu peristiwa yang dialami nasabah itu sendiri apakah pihak secara hukum perbankan mendapatkan Pengantian pihak Bank”, tutup pak Doktor Murphi.

D. Alfian / tim

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!