Img 20231204 Wa0135

Banten | Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, tumbuh kembang anak-anak menjadi tanggung jawab bersama untuk menjadi berkualitas di masa depan. 

Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia telah menggabungkan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) untuk mempertajam sasaran dalam berbagai program, khususnya untuk ibu dan anak.

Hal itu diungkap Al Muktabar saat melakukan Peninjauan Program Pendampingan Pemeriksaan Kebugaran Jasmani Ibu Hamil sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Graha Cipacung, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Jumat (8/12/2023).

“Penanganan stunting di Provinsi Banten berjalan dan terlaksana dengan baik. Hal itu dibuktikan dengan dukungan dana Insentif Daerah dari Pemerintah Pusat yang diserahkan oleh Wakil Presiden Republik Indonesia KH Ma’ruf Amin sebagai apresiasi atas tata kelola yang baik dalam percepatan penanganan stunting di Provinsi Banten,” ungkapnya.

Dikatakan, Program PKK dahsyat sekali karena sampai rumah tangga. Sekarang digabung dengan Posyandu sebagai satu kesatuan. Tujuannya, untuk mempertajam sasaran dalam berbagai program.

“Penanganan stunting terus berjalan baik, angka stunting terus menurun. Dapur PKK untuk anak-anak yang perlu ditingkatkan kesehatan dan gizinya,” ungkap Al Muktabar.

“PAUD sedini mungkin meningkatkan kompetensi anak-anak,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Al Muktabar mengimbau kepada para Ibu-Ibu untuk menjaga tumbuh kembang dan kesehatan anak-anak serta generasi muda. Menurutnya, Indonesia memasuki bonus demografi. Menjaga anak-anak dan keturunan sebaik-baiknya sebagai generasi penerus.

Dikatakan, pemerintah juga melakukan pencegahan atau upaya preventif agar tidak terjadi bayi stunting serta menjaga ibu hamil hingga melahirkan bahkan saat menyusui tetap sehat. Pihaknya melibatkan para pemangku kepentingan mulai dari OPD terkait Pemprov Banten, pemerintah Kabupaten/Kota hingga Desa, PKK, Posyandu, BUMD, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat umum semua bergerak.

“Istilahnya pentahelix. Sesuai filosofi yang kita miliki bergotong-royong. Ringan sama dijinjing berat sama dipikul,” pungkasnya.

Dalam laporannya, Pj Ketua TP PKK Provinsi Banten Tine Al Muktabar mengatakan pada saat bersamaan dilakukan pninjauan aktivitas Posyandu dalam penanganan stunting dan pemeriksaan ibu hamil, peninjauan dapur PKK, serta Peninjauan senam ibu hamil pada 10 titik di Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kabupaten Serang, serta Kabupaten Tangerang.

“Senam ibu hamil diinisiasi oleh Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia,” jelasnya.

“Merupakan pencegahan, stunting baru dikurangi,” pungkas Tine.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!