Img 20231218 Wa0047

Banten | Guna mewujudkan dan mendorong percepatan investasi lestari berkelanjutan dan inklusif di Kabupaten Pandeglang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang melaksanakan bimbingan teknis refleksi dan proyeksi pengelolaan investasi lestari di kabupaten Pandeglang.

Acara yang digelar di Aula Hotel S’Rizki Pandeglang, Senin (18/12/2023), yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang H. Ali Fahmi Sumanta, SH, M.Si, Ratu Tanti Darmiasih, M.Si, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Ir. Winarno, MM, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang, Ir. Raden Andriawan dan para narasumber Prof. Dr. Ekasari, ST., MT (Dosen Universitas Sultan Ageng Tirtayasa), Dr. Imaduddin Sahabat, MM., M.Si. (Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten), dan Eko Supriatno, M.Si, MP.d (Dosen Universitas Mathlaul Anwar sekaligus Pemerhati Lingkungan). Kegiatan ini dilaksanakan selama 4 hari berturut turut dari tanggal 18  21 Desember 2023.

Menurut Ali Fahmi Sumanta, penyelenggaraan bimbingan teknis refleksi dan proyeksi pengelolaan investasi lestari di Pandeglang dapat menjadi momentum yang efektif dalam mengedukasi publik, menyebarluaskan informasi mengenai keberhasilan Pandeglang dalam hal pengelolaan lingkungan hidup melalui kolaborasi seluruh elemen baik pemerintah daerah, swasta, masyarakat, LSM dan lainnya.

“Kolaborasi ini diharapkan membangun keselarasan langkah dalam mengawal isu-isu perubahan iklim terutama dari sektor investasi lestari dalam mewujudkan pembangunan di Kabupaten Pandeglang yang lebih baik berbagai upaya dan kerja keras serta kerjasama yang baik kita akan dapat mewujudkan Kabupaten Pandeglang yang kita cintai ini menjadi Kabupaten yang lebih maju,” kata Fahmi.

Maka dari itu, lanjut Sekda Ali Fahmi Sumanta, Pemkab Pandeglang telah membentuk “support system” mulai dari kelembagaan hingga regulasi. Dan tugas kita selanjutnya adalah secara menerus melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pengelolaan investasi lestari, salah satunya melalui rangkaian bimtek atau pelatihan vokasi kepada masyarakat seperti yang kita lakukan saat ini. 

“Melalui kegiatan ini harapannya daerah bisa identifikasi potensi yang untuk menjadi basis penyusunan investasi lestari berkelanjutan; bimbingan teknis ini juga sebagai bentuk peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM yang dibutuhkan saat ini terkait pengenalan mengenai analisis investasi lestari yang didapat melalui pendidikan dan pelatihan dasar-dasar investasi lestari. Saat ini juga muncul model bisnis baru yang ramah lingkungan, yaitu ESG. ESG (Environmental, Social, and Good Government) merupakan model investasi yang berisi emiten yang dalam proses usahanya memperhatikan faktor lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik,” pungkasnya.

Sementara Ratu Tanti Darmiasih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang menjelaskan, sasaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya pemahaman urgensitas tentang penerapan pembangunan daerah yang berkelanjutan dan tanggap bencana lingkungan di Kabupaten Pandeglang; Mendorong Percepatan Investasi lestari Berkelanjutan dan Inklusif di Kabupaten Pandeglang; Tersosialisasikannya Panduan Investasi Lestari dan praktik pembangunan berkelanjutan; Adanya komitmen dari desa dan kecamatan se-Kabupaten Pandeglang target dalam menerapkan strategi dan kebijakan pembangunan berkelanjutan dalam pelaksanaan pembangunan daerah melalui deklarasi bersama (penandatangan komitmen).

‚ÄúSasaran dari kegiatan ini adalah terbentuknya pemberdayaan masyarakat dalam peningkatan kualitas lingkungan hidup memaksimalkan potensi dan kemampuan lokal  di Kabupaten Pandeglang; Tersosialisasikannya terobosan kebijakan kebijakan akselerasi lingkungan hidup dinas lingkungan hidup (DLH) Kabupaten Pandeglang; Tersosialisasikannya penyebaran informasi mengenai hal-hal tentang fenomena perubahan iklim, ancaman bencana lingkungan, dan upaya investasi lestari, melalui berbagai forum-forum pertemuan dan diskusi di Kabupaten Pandeglang; dan Terbentuknya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya singkat.

Hadir dalam kegiatan tersebut, para peserta Bimtek ini terdiri dari Pengelola Bidang Usaha Tambak Udang, Pengelola Bidang Usaha Peternakan, Pengelola Bidang Usaha Klinik Kesehatan, Pengelola Bidang Usaha Apotek, Pengelola Bidang Usaha Perhotelan, Pengelola Bidang Usaha Restauran/Rumah Makan, dan Lembaga Kemasyarakatan Desa.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content ini dilindungi.....!!!!