Img 20231221 Wa0126

Banten | Stunting merupakan sebuah isu yang saat ini menjadi perhatian utama skala nasional. Oleh sebab itu dalam pandangannya bukan saja hanya bidang kesehatan, akan tetapi butuh dukungan dari semua pihak atau pentahelix. Pemerintah, swasta, perguruan tinggi, media, klinik swasta, masyarakat untuk bersama-sama satu persepsi dalam mendukung program untuk menurunkan angka stunting.

Hal itu disampaikan Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita, SE, MM pada kegiatan rapat koordinasi pencegahan stunting dan evaluasi hasil tindak lanjut pasca diseminasi, yang dilaksanakan oleh Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) di Hotel Rizki, Kamis (21/12/2023).

Menurut Irna, pada tahun 2021 angka prevalensi sunting menurut Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) yaitu 37,8 persen. Dan kata Bupati Irna, akhirnya menurun pada tahun 2022 menjdi 29,4 persen.  

“Angka stunting tahun 2023 masih menunggu launching hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan pastinya diharapkan menurun Sehingga mencapai target di angka 23 persen untuk kabupaten Pandeglang dan target nasional 14 persen,” ungkapnya.

Dikatakan, jika prevalensi tinggi harus dapat diselesaikan dengan kolaborasi serta merubah pola hidup dan paradigma masyarakat.

“Dengan program yang kita buat bisa memberikan pedoman kepada para kader agar mendorong ibu hamil, bayi dan balita untuk datang ke Posyandu,” terang Irna.

“Swasta mungkin bisa dalam bentuk makan bernutrisi bagi masyarakat kami, bisa bentuk telur dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Sementara Kadis DP2KBP3A Ahmad Saefudin mengatakan dalam upaya penurunan stunting Kabupaten Pandeglang DP2KBP3A melakukan upaya memberikan penyuluhan pendampingan terhadap keluarga yang stunting atau keluarga resiko stunting, pelaksanaan dapur sehat (Dashat), dan Pembinaan, Pendewasaan Usia Perkawinan.

“Ini dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebanyak 2.943 yang selalu membantu pendampingan untuk calon pengantin, ibu hamil pasca bersalin dan balita agar terpantau kondisi kesehatannya agar tidak beresiko stunting,” pungkasnya.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *