Img 20240314 Wa0003

Mediasuararakyat.com, Banten | Penggunaan sarana lapangan basket di alun-alun Pandeglang untuk korsel dalam memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang ke-150 tahun dipersoalkan.

Pasalnya, lapangan dan taman alun-alun itu merupakan pasilitas umum dan akan merusak bahkan sudah melanggar Perda Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban (K3) nomor 4 tahun 2008 serta dinilai mengabaikan intruksi Bupati Pandeglang yang dengan tegas melarang digunakan untuk kegiatan para pedagang dan komedi putar tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh H. Mustagfirin selaku Penasehat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pandeglang yang menentang keras sarana olahraga salah satunya lapangan Basket di alun-alun Pandeglang tersebut digunakan untuk Komedi Putar dan para pedagang dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) yang informasi selama 1 bulan pada tahun 2024 ini.

“Sepengetahuan dan selama saya pernah menjadi Event Organizer (EO) disetiap Hari Jadi Pandeglang tidak pernah menggunakan pasilitas olah raga lapangan basket dan volley di alun-alun Pandeglang, lokasi itu dilarang digunakan sesuai Perda K3 dan keputusan Bupati. Dan informasinya pada perayaan HUT Pandeglang tahun 2024 ini akan digunakan untuk Komedi Putar,” ungkap Mustagfirin kepada media, Rabu (13/03/2024).

“Terus terang saja saya selaku Dewan Penasehat KONI Pandeglang tidak setuju penggunaan sarana olahraga itu dipakai untuk Komedi Putar karena tingkat kerusakannya cukup riskan,” sambungnya.

Mustagfirin mengatakan, saat dirinya menjadi EO pada pelaksanaan perayaan HUT Pandeglang belum pernah menggunakan pasilitas lapangan basket dan volley itu, karena dilarang keras oleh Bupati Pandeglang saat itu.

“Sebagai penasehat KONI yang merupakan wadahnya berbagai cabang olahraga meminta untuk memperhatikan dan mempertimbangkan penggunaan lapangan basket dan taman alun-alun Pandeglang digunakan untuk kegiatan pedagang dan komedi putar itu,” ujarnya.

Ditambahkannya, untuk merayakan atau memeriahkan Hari Jadi Pandeglang itu sah-sah saja dan waktu juga harus dibatasi tidak full selama 1 bulan karena akan merugikan para pedagang di Pasar Pandeglang.

“Kami berharap waktu dibatasi tidak harus 1 bulan, dan untuk lokasi Komedi Putar tidak harus menggunakan pasilitas umum di lapangan basket. Karena waktu kami dulu sampai menggunakan halaman Kodim Pandeglang,” harapnya.

“Saya berkeyakinan jika itu dibiarkan dan waktu tidak dipertimbangkan pasti masyarakat akan melakukan aksi, bahkan saya sendiri yang akan pimpin demo itu,” tandasnya.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Pandeglang, Ali Fahmi Sumanta belum bisa dimintai keterangannya terkait hal tersebut.***

Penulis: SN

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *