Img 20240521 Wa0011

Mediasuararakyat.com – Karawang, Jawa Barat | Kepala Sekolah SMKN Pertanian Tutup alias bungkam ketika diminta keterangan atau statemant terkait di tenggarai mengalokasikan dana bantuan operasional sekolah (BOS), tidak sesuai dengan kebutuhan yang di perlukan, dan berpotensi terjadi dugaan penggelembungan anggaran yang di peruntukan untuk sejumlah kegiatan sekolah.

Mediasuararakyat.com yang berusaha melakukan klarifikasi dengan mengirimkan whatapps untuk konfirmasi Selasa (21/05/2024), namun  Kepala Sekolah SMKN Pertanian Pak Sartoyo tidak menjawab hingga berita di terbitkan.

Dilansir dari media zonadinamika, Selain dugaan mark up, baru-baru ini, juga mendapat sorotan dari sebuah media, dengan tudingan adannya dugaan praktek pungutan liar. mark up anggaran tersebut seperti pada Kegiatan administrasi kegiatan sekolah, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah dan juga terjadi pada kegiatan lainya.

Sesuai data yang terima media ini, pada tahun 2023 SMKN Pertanian, Karawang, Jawa Barat, mendapatkan dana BOS dalam dua tahap, tahap satu Rp 768.690.000 untuk biaya kegiatan penerimaan Peserta Didik baru Rp 3.000.000, pengembangan perpustakaan Rp 64.500.000, kegiatan pembelajaran dan ekstrakurikuler Rp 5.500.000, administrasi kegiatan sekolah Rp 341.015.000, langganan daya dan jasa Rp 20.625.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 217.400.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 44.650.000,

pembelajaran Rp 44.650.000, penyelenggaraan kegiatan uji kompetensi keahlian, sertifikasi kompetensi keahlian dan uji kompetensi kemampuan bahasa Inggris berstandar internasional dan bahasa asing lainnya bagi kelas akhir SMKN atau SMALB Rp 72.000.000. Total Dana Rp 768.690.000

Untuk tahap Dua 768.690.000, untuk biaya pengembangan perpustakaan Rp 78.000.000, administrasi kegiatan sekolah Rp 322.685.000, langganan daya dan jasa Rp 31.075.000, pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah Rp 297.430.000, penyediaan alat multi media pembelajaran Rp 39.500.000. Total Dana Rp 768.690.000.

Menurut sumber yang nota bene adalah tenaga pendidik di SMKN Pertanian, saat berbincang- bincang dengan media ini, seakan membuka tabir akan dugaan praktek korupsi dalam akan dugaan praktek korupsi dalam penyerapan dana BOS tersebut.

“Tapi jangan bilang dari saya, soal dugaan penggelembungan dana BOS di setiap kegiatan sekolah itu, hal itu sudah tidak asing, dimana- mana hampir sama, apalagi di sekolah ini SMKN Pertanian, tergolong luar biasa, lihat saja dalam kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah, yang hampir mencapai Rp.500 juta selama tahun 2023, namun fakta di lapangan, perbaikan tidak sebanding dengan besaran anggaran, sama halnya dengan administrasi kegiatan sekolah yang mencapai Rp. 600 juta lebih, karena memang dalam kegiatan ini paling gampang bermain angka” Terang oknum guru tersebut.

Lebih jauh oknum guru tersebut menambahkan, banyak pihak sekolah merasa nyaman dalam pengalokasian dana BOS, karena memang, minimnya media yang mengkritisi, soal kepala sekolah mengaku sudah di periksa pihak inspektorat dan lain-lain, itu ma jawaban yang sudah tidak asing, karena sudah menjadi rahasia umum, saat terjadi pemeriksaan, salam tempel atau tau sama tau, sudah hal biasa, tapi, yakinlah, di saat penegak hukum seperti kejaksaan yang turun, pasti terbongkar, disinilah peran media untuk memberitakan, makin sering di beritakan, semakin baik, agar menjadi perhatian penegak hukum, harap sumber. (tgh)

admin

Editor : admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *