Jembatan Cibulakan di Kecamatan Cadasari, kabupaten Pandeglang, yang sudah lama dikeluhkan karena lapuk dan membahayakan pengendara, kini mulai diperbaiki. Struktur jembatan di ruas Jalan Raya Pandeglang-Serang, tepatnya di Kadu Pereng, mengalami penurunan dan retakan sehingga permukaan jalan kerap amblas meski telah beberapa kali ditambal.
Humas CV Tama Karya Selaras selaku penyedia jasa, Asep Sunandar, mengatakan penurunan struktur pondasi membuat jalan terus ambles.
“Existing jalan untuk pondasinya sudah mengalami penurunan, ada retak-retak, ada patahan. Kemarin saja meski sudah ditambal, jalannya selalu amblas,” kata Asep, Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan perbaikan dilakukan bertahap karena tidak ada jalur alternatif bagi kendaraan besar. Selama pengerjaan, diberlakukan sistem buka-tutup arus lalu lintas.
“Karena enggak ada arus lain dan alternatif pun enggak bisa dilalui kendaraan besar, jadi mau enggak mau buka-tutup sebelah-sebelah,” ujarnya.
Menurut Asep, kebijakan itu diterapkan agar mobilitas warga tetap berjalan lancar mengingat ruas tersebut merupakan satu-satunya akses utama.
“Ini akses satu-satunya, jadi kami juga harus mempertimbangkan aktivitas masyarakat. Makanya pengerjaan dilakukan setengah-setengah,” katanya.
Pihaknya menargetkan jembatan sudah bisa dilalui sebelum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.
“Target selesai bulan ini saya enggak janji, tapi kami upayakan saat Nataru jalannya sudah open traffic. Secara kontrak sebenarnya sampai akhir Desember,” tegasnya.
Saat ini progres pembangunan baru sekitar 30 persen. Dalam proyek ini juga akan dipasang box culvert sebagai saluran air.
“Progresnya baru 30 persen, dan akan dipasang box culvert,” jelas Asep.
Berdasarkan informasi di papan proyek, pekerjaan ini dilaksanakan BPJN Banten melalui proyek penanganan drainase PPK 1.3 Provinsi Banten. Proyek bernomor kontrak HK.0201/BPJN9.6.3./X/E-KTG.2025/05 itu memiliki durasi kerja 90 hari kalender dengan nilai kontrak Rp1,05 miliar.
Sementara itu, Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Burhanudin Surya Muhammad mengatakan rekayasa lalu lintas masih menggunakan sistem buka-tutup untuk kendaraan besar. Pihaknya juga tengah meninjau peluang pengalihan arus untuk kendaraan kecil.
“Untuk rekayasa sementara masih buka-tutup untuk kendaraan besar. Namun setelah ini kita akan tinjau pengalihan arus lewat Petir atau Koroncong,” ujarnya.
Burhanudin menyebut Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten menargetkan perbaikan jembatan selesai sekitar tiga minggu.
“Kami akan melakukan rekayasa lalu lintas dan mengarahkan pengendara untuk melewati jalur alternatif selama proses pengerjaan,” pungkasnya.***
