Warga Desa Cibitung, Kecamatan Munjul, Kabupaten Pandeglang, mengeluhkan lahan sawah dan kebun mereka yang kerap tertimbun tanah serta batu kerikil diduga berasal dari aktivitas tambang batu di wilayah tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat beberapa titik tambang batu di Desa Cibitung, termasuk salah satu lokasi yang disebut-sebut sebelumnya dikelola oleh Wakil Bupati Pandeglang saat masih menjabat sebagai anggota DPRD.
Sejumlah warga mengaku lahan pertanian mereka rusak karena material tambang kerap terbawa air saat hujan deras.
“Limbah tambang seperti batu kerikil bercampur tanah turun ke lahan pertanian saat terjadi hujan. Lahan kami sering tertimbun material itu,” ungkap Muhro, pemilik sawah di Desa Cibitung, saat dihubungi, Senin (24/11/2025).
Ia menjelaskan, letak sawah warga berada lebih rendah daripada lokasi galian batu, sehingga setiap hujan lebat material galian meluncur dan menutup areal pertanian serta saluran air.
“Lokasi galian di atas, sementara sawah kami di bawah. Jadi kalau musim hujan, limbah tambang turun dan menyumbat saluran air,” sambungnya.
Muhro juga menuturkan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, salah satu tambang tersebut sebelumnya dikelola Wakil Bupati Pandeglang. Namun ia mengaku tidak mengetahui siapa pengelolanya saat ini.
“Sekarang saya tidak tahu siapa pengelolanya. Tapi kami jelas merasakan dampaknya,” katanya.
Menurutnya, warga terdampak tidak pernah menerima kompensasi, bahkan kerusakan sawah selama ini dibenahi sendiri oleh para pemilik lahan.
“Belum pernah ada kompensasi. Limbah galian yang menimbun sawah juga saya sendiri yang membenahi,” ujarnya.
Ia berharap pengelola tambang bertanggung jawab atas kerusakan lahan pertanian serta saluran air yang terdampak limbah galian.
“Kami memohon ada pembenahan dari pihak pengelola tambang,” harapnya.
Menanggapi hal itu, Camat Munjul, Hasim, membenarkan bahwa terdapat beberapa lokasi tambang batu di Desa Cibitung—milik perusahaan Menara Biru, pemerintah desa, serta yang disebut-sebut milik Wakil Bupati Pandeglang.
“Iya, di Desa Cibitung ada aktivitas tambang batu,” katanya.
Terkait keluhan warga, Camat mengaku pihaknya sudah beberapa kali memanggil pengelola tambang untuk mediasi.
“Katanya pihak pengelola akan bertanggung jawab. Tapi sekarang belum kami pantau lagi,” ujarnya.
Hasim menambahkan, persoalan serupa sudah beberapa kali terjadi dan telah ditangani melalui pemberian kompensasi kepada warga terdampak.
“Sudah lama itu. Sudah beberapa kali masalah saya panggil, dan biasanya diberikan kompensasi. Mungkin sekarang ada imbas lagi karena Amdalnya luas,” jelasnya.
Saat ditanya mengenai legalitas tambang, ia menegaskan seluruh lokasi tambang tersebut memiliki izin.
“Izinnya lengkap. Sebelum ada penindakan, kami tanya dulu soal izinnya,” katanya.
Terkait pertanyaan apakah benar salah satu tambang merupakan milik Wakil Bupati Pandeglang, Hasim mengatakan lokasi tersebut memang berada di area yang memiliki beberapa titik tambang.
“Menara Biru bukan, tapi ada yang punya Wakil Bupati di lokasi sebelahnya. Di situ ada beberapa lokasi, termasuk milik pemerintah desa dan Wakil Bupati,” bebernya.
“Hanya saja, kami belum bisa memastikan tambang mana yang berdampak langsung pada lahan warga,” tambahnya.***
