
MediaSuaraRakyat.Com-Indramayu–Di tengah hiruk-pikuk kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Indramayu 2025 yang kerap diwarnai orasi keras, spanduk bertebaran,.Calon Kuwu Desa Jumbleng, Kecamatan Losarang, nomor urut 1, H. Waskim, justru memilih jalan berbeda yang menyentuh hati warga.
Dengan penuh kerendahan hati, H. Waskim menggelar doa bersama dengan unsur masyarakat dan pendukung di kediamannya RT 01 blok pondok pesantren Selasa 2 Desember 2025
Acara yang dihadiri ratusan warga itu menjadi bukti bahwa kampanye tak harus selalu berisik dan penuh atribut politik.
“Kami sengaja tidak menggelar konvoi atau pengerahan massa yang berlebihan. Pak H. Waskim ingin kampanyenya diberkahi, makanya kami pilih doa bersama sebagai pembuka,” ujar Nanang, Koordinator Tim Kemenangan H. Waskim, kepada awak media usai acara.
Nanang menambahkan, doa bersama ini. “Semuanya kami undang dari simpatisan relawan. Yang penting doa untuk kemenangan H Waskim,” katanya.
Setelah doa ,ditutup dengan makan bersama sederhana. Suasana haru terpancar dari wajah warga yang hadir, seolah menyadari bahwa politik desa tak harus memecah belah.
“Pak H. Waskim ini orangnya santun, rendah hati. , makanya kami yakin beliau layak memimpin Jumbleng lima tahun ke depan,” ungkap Juriah (52), salah satu warga yang hadir.
Langkah H. Waskim ini langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial warga Indramayu. Banyak yang menyebutnya sebagai “kampanye paling damai” di tengah riuhnya Pilkades serentak yang melibatkan ratusan desa di Kabupaten Indramayu.
Nanang menegaskan, meski memilih cara lembut, timnya tetap optimistis meraih kemenangan pada 10 Desember 2025 mendatang. “Kami yakin, berkah doa bersama ini akan mengantarkan Pak H. Waskim menjadi Kuwu definitif,” tegasnya.
H. Waskim sendiri yang hadir dengan mengenakan sarung dan kopiah putih, hanya tersenyum saat dimintai keterangan. “Saya hanya ingin desa kita adem, guyub, dan maju bersama. Mohon doa restu dari seluruh warga Jumbleng,” ujarnya singkat.
Langkah luar biasa Calon Kuwu nomor urut 1 ini sekaligus menjadi angin segar bagi politik tingkat desa yang kerap diwarnai money politics dan gesekan antar pendukung.
Doa bersama H. Waskim membuktikan bahwa memimpin dari hati masih mungkin dilakukan di era sekarang.
((Heryanto))
