
MediaSuaraRakyat.Com–Indramayu-Calon Kuwu Desa Rajaiyang, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Lebe Musa, melaksanakan kampanye unik dengan mengajak pendukungnya berpartisipasi dalam kerja bakti membersihkan lingkungan desa.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi kampanye nomor urut 2 untuk mendekatkan diri kepada masyarakat setempat, sekaligus menunjukkan komitmen terhadap isu lingkungan dan kesejahteraan warga.
Dalam kampanye tersebut, Lebe Musa dan para pendukungnya fokus pada pembersihan lingkungan sekitar Desa Rajaiyang. Mereka secara aktif memungut sampah yang berserakan agar desa terlihat lebih bersih dan rapi.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan untuk kesehatan dan estetika desa.
Selain memungut sampah, tim kampanye juga membersihkan saluran air di berbagai titik desa.
Tujuannya adalah mencegah genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk, sehingga mengurangi risiko penyakit seperti demam berdarah.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari warga, yang melihatnya sebagai bentuk aksi nyata daripada sekadar janji politik.
Lebe Musa menyatakan bahwa motivasinya maju sebagai calon Kuwu adalah keinginan membangun Desa Rajaiyang menjadi lebih baik.
Menurutnya, pemerintahan desa saat ini kurang memberikan perhatian yang memadai kepada masyarakat, terutama dalam hal pelayanan dasar dan pembangunan.
“Saya ingin membangun desa ini agar lebih maju dan sejahtera,” ujar Lebe Musa saat diwawancarai. Rabu 3 Desember 2025
Jika terpilih nanti, Lebe Musa berjanji akan menyatukan seluruh masyarakat Desa Rajaiyang, tanpa memandang apakah mereka pendukungnya atau bukan.
Ia menekankan pentingnya merangkul semua pihak untuk menciptakan harmoni sosial. “Kita akan rangkul semua, karena desa ini milik kita bersama,” tambahnya.
Transparansi menjadi salah satu pilar utama dalam visi Lebe Musa. Ia berkomitmen untuk menjalankan pemerintahan desa secara terbuka, terutama dalam pengelolaan anggaran dan program pembangunan.
Hal ini diharapkan dapat mencegah praktik korupsi dan memastikan setiap rupiah digunakan untuk kepentingan rakyat.
Mayoritas penduduk Desa Rajaiyang adalah petani, Lebe Musa akan memprioritaskan sektor pertanian. Ia berencana meningkatkan dukungan bagi petani melalui program irigasi yang lebih baik, penyediaan bibit unggul, dan akses pasar yang lebih luas.
“Pertanian adalah tulang punggung desa kita, jadi harus mendapat perhatian khusus,” jelasnya.
Terkait bantuan sosial (bansos), Lebe Musa menjanjikan penyaluran yang tepat sasaran. Ia akan memastikan bahwa penerima bansos adalah warga yang benar-benar membutuhkan dan kurang mampu.
“Jangan sampai bansos salah sasaran, itu harus adil dan transparan,” tegasnya, menanggapi keluhan warga tentang distribusi bansos sebelumnya.
Program kerja pertama yang akan dijalankan jika terpilih adalah pembangunan infrastruktur jalan.
Lebe Musa menilai bahwa pembangunan jalan saat ini kurang merata, sehingga banyak wilayah desa yang masih sulit diakses.
“Ia berjanji untuk memperbaiki hal ini agar mobilitas warga dan distribusi barang menjadi lebih lancar.”
Akhirnya, Lebe Musa memperkenalkan slogan kampanyenya, yaitu REKAM, yang merupakan singkatan dari Re Ekonomi Kreatif, Amana (Amanah), dan Mandiri.
Slogan ini mencerminkan visinya untuk membangun desa yang mandiri secara ekonomi, amanah dalam pengelolaan, dan mendorong kreativitas warga.
Dengan janji amanah dan merakyat, Lebe Musa optimistis mendapat dukungan luas dari masyarakat Desa Rajaiyang.
((Heryanto))
