Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan hasil ijtihad intelektual yang berakar pada nilai-nilai teologis yang tidak berubah. NDP tidak hanya menjadi pegangan, tetapi juga berfungsi sebagai kompas organisasi dalam mewujudkan tujuan himpunan. Secara konseptual, NDP dapat dipahami sebagai simpulan dari berbagai tafsir Al-Qur’an tentang ketauhidan, yang menegaskan posisi HMI sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Tauhid secara universal mengandung makna bahwa Allah SWT adalah tujuan akhir dari seluruh kehidupan di alam semesta. Implikasi dari nilai ketauhidan tersebut menuntut manusia—yang merupakan bagian kecil dari alam semesta—untuk melepaskan berbagai belenggu yang membatasi kemerdekaannya. Nurcholish Madjid menegaskan bahwa menjadi manusia adalah menjadi makhluk merdeka; tanpa kemerdekaan, manusia kehilangan martabat dan sifat kemanusiaannya.
Namun, kemerdekaan tidak dapat ditafsirkan sebagai kebebasan tanpa batas. Muhammad Iqbal, dalam Rekonstruksi Pemikiran Islam, menjelaskan bahwa kebebasan hakiki adalah kebebasan yang lahir dari kesadaran moral dan ketundukan terhadap nilai-nilai ilahi. Dengan demikian, kemerdekaan selalu bertumpu pada kebenaran, keluhuran moral, dan kesadaran etis. Ibn Khaldun pun dalam Muqaddimah memperingatkan bahwa kebebasan yang tidak berlandaskan etika berpotensi merusak tatanan sosial karena hilangnya kontrol diri dan runtuhnya struktur moral masyarakat.
Atas dasar itu, kemerdekaan harus ditempatkan sebagai sikap moral yang perlu dijaga agar keberlangsungan kehidupan sosial yang beradab dapat terpelihara. Komitmen untuk menjaga nilai-nilai moral inilah yang selaras dengan tujuan besar HMI sebagai organisasi perjuangan dan perkaderan. Berlandaskan NDP sebagai kompas nilai, HMI memiliki mandat untuk melahirkan kader-kader yang berintegritas, berilmu, dan berkomitmen memperjuangkan kemaslahatan umat serta mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT.
NDP HMI merupakan bangunan intelektual yang bersumber dari nilai tauhid dan menjadi fondasi perjuangan organisasi. Merujuk pada pemikiran tokoh-tokoh besar seperti Al-Ghazali, Nurcholish Madjid, Muhammad Iqbal, dan Ibn Khaldun, dapat disimpulkan bahwa kemerdekaan adalah nilai inti yang harus dimiliki manusia untuk menjaga harkat dan martabatnya. Akan tetapi, kemerdekaan tersebut harus dipahami sebagai kebebasan yang berpijak pada nilai-nilai kebenaran dan moral ilahiah, bukan kebebasan tanpa batas.
Dalam konteks organisasi, nilai-nilai ini menjadi arah bagi HMI dalam membentuk insan yang merdeka secara spiritual, intelektual, dan sosial. Kader HMI diharapkan mampu menjaga tatanan kehidupan yang berkeadaban, serta berperan aktif dalam usaha keumatan dan kebangsaan.
Dengan demikian, NDP bukan sekadar dokumen normatif, melainkan kompas etis yang menuntun kader HMI untuk menjalankan perannya secara bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***
Oleh: Arjun
Penulis adalah HMI Badko Jabodetabeka-Banten
