Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Pandeglang Sutoto menyampaikan komitmenya untuk menjadi bapak asuh bagi anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Pandeglang, Banten.
“Saya berkomitmen menjadi bapak asuh bagi anak-anak Pandeglang yang putus sekolah,” ungkap Sutoto usai menghadiri acara Refleksi Hari Guru bersama para komunitas Pandeglang di Aula PGRI Kelurahan Cilaja, Selasa (2/12/2025).
Lebih lanjut Ia menerangkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menurunkan kasus anak putus sekolah dengan sasaran target 3-5 persen per tahun.
“Kasus anak putus sekolah atau anak tidak sekolah umumnya itu pada saat jenjang SMP, ada yang terhenti karena faktor ekonomi, ataupun akses, kemudian jenjang SMP tidak melanjutkan ke sekolah SMA/SMK, karena dipandang sudah cukup berpendidikan SMP,” ujarnya.
Ia menegaskan untuk memutus rantai kasus anak tidak sekolah tersebut, pihaknya membentuk satgas sampai tingkat ranting.
“Nah, nanti satgas ini akan kita fungsikan melalui lembaga perempuan PGRI untuk melakukan pencegahan dan penanganan anak tidak sekolah,” katanya.
Ia menegaskan bahwa satgas perempuan PGRI akan melakukan pelaporan dan penanganan anak tidak sekolah.
“Adapun penangananya bisa melalui CSR atau para donatur-donatur yang bisa mengcover terkait hal itu, atau bisa melalui lembaga-embaga sekolah dibawah naungan PGRI,” tuturnya.
Ia berharap dalam penanganan anak tidak sekolah ini, minimal satu wilayah Kecamatan memiliki satu sekolah PGRI.
“Dengan begitu bisa memutus mata rantai kasus anak tidak sekolah di Kabupaten Pandeglang,” pungkasnya.***
